MAGELANG - Gerebek Suro Gunung Tidar tak hanya sekadar menjadi seremoni adat. Sebab rangkaian kegiatan untuk menyambut hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Suro atau bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah ini, menyatukan napas tradisi. Serta religiusitas, hingga geliat ekonomi lokal dalam satu perayaan yang sarat makna.
Mengusung tema 'Mulat Sarisa Hangrasa Wani, Rumangsa Melu Handarberi Wajib Melu Angrukebi', prosesi ini tak sekadar menghadirkan pentas seni dan kirab budaya. Tapi juga menggugah kembali kesadaran kolektif tentang mawas diri dan turut menjaga keberadaan Gunung Tidar. Editor : Sevtia Eka Novarita