PURWOREJO - Penerapan tata kelola badan layanan umum daerah (BLUD) berbasis elektronik di Purworejo ternyata dilirik daerah lain. Tak terkecuali Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hal ini terungkap saat jajaran ASN Pemkab Malang berkunjung ke Pemkab Purworejo, Senin (18/6).
Rombongan ASN dari Bumi Arema itu sengaja datang ke Purworejo untuk kaji banding. Utamanya mengenai penerapan e-BLUD Puskesmas yang sudah lama diterapkan di Purworejo. Mereka belajar banyak tentang konsep pengelolaan BLUD bidang kesehatan agar lebih profesional dan akuntabel.
"Terkait e-BLUD ini apakah sudah terkoneksi sistem informasi pemerintah daerah (SIPD). Kalau sudah, kami biar bersinergi agar sistem pelaporan lebih efektif dan efisien," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Ivan Drie di Ruang Arahiwang Setda Purworejo.
Ivan menyatakan, Dinkes Malang perlu belajar banyak terkait tata kelola BLUD, mulai dari perencanaan hingga implementasi. Dari pertemuan itu pihaknya juga mengetahui lebih dalam soal kendala serta tantangan yang dihadapi Pemkab Purworejo selama penerapan e-BLUD.
Pj Sekda Purworejo Achmad Kurniawan Kadir menuturkan, pengelolaan keuangan BLUD berbasis elektronik sebenarnya sebuah kebutuhan. Penerapan konsep tersebut membawa nilai positif karena lebih fleksibel dan efisien. "Penerapan e-BLUD sangat membantu penyusunan laporan keuangan. Jadi lebih akurat, tepat waktu dan sesuai regulasi," ujarnya.
Kadir mengatakan, Kabupaten Purworejo sendiri telah mencanangkan e-BLUD sejak 2021. Konsep tersebut telah diterapkan di 29 unit BLUD, terdiri dari 27 puskesmas dan dua rumah sakit milik daerah.
Dia menegaskan, tata kelola e-BLUD berbasis teknologi menjadi bagian dari komitmen Pemkab Purworejo dalam menerapkan prinsip good governance. Tujuan lain agar pelayanan publik di bidang kesehatan semakin berkualitas. "Kaji banding ini diharapkan dapat menjadi ruang saling belajar dan berbagi," sebutnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita