MUNGKID – Setelah dua hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan dan warga, jenazah Endang Mustawa, warga Dusun Jetis, Karangrejo, Bandongan, akhirnya ditemukan pada Jumat (13/6) sore. Endang dinyatakan hilang sejak Rabu malam (11/6), setelah terseret arus deras saat menjala ikan bersama dua temannya.
Endang hanyut ketika debit air Sungai Progo mendadak meningkat, diduga akibat banjir kiriman dari wilayah hulu. Meski sudah terbiasa menjala ikan di sungai tersebut, dia tidak sempat menyelamatkan diri seperti dua rekannya yang berhasil naik ke tepi sungai.
Baca Juga: Memaafkan Bukan Berarti Melupakan, Ormas Islam Minta Pembuat Video AI Umrah ke Candi Borobudur Tetap Diproses Hukum
Sejak malam kejadian, upaya pencarian terus dilakukan. Baik oleh warga maupun oleh tim SAR dengan metode penyisiran darat, penyelaman, hingga penggunaan perahu rafting. Harapan keluarga dan warga Dusun Jetis pun terjawab.
Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur Basuki mengungkapkan, jenazah ditemukan sekitar pukul 16.55 di Kedung Jenes, Sungai Progo. Tepatnya di wilayah Banjaran, Tempurejo, Tempuran atau sekitar lima kilometer dari lokasi awal kejadian.
Dia menyebut, tim SAR pun segera menuju lokasi. Saat itu, jenazah Endang ditemukan oleh pemancing dengan kondisi terjepit bebatuan. Meski sudah dua hari berada di air, namun jenazah masih utuh, termasuk pakaian yang dikenakan.
Baca Juga: Bangun Ketahanan Pangan Lokal, Kelompok Ternak Srikandi Bangbanglipuro Ikuti Pelatihan di Klaten
Setelah dievakuasi, tim SAR dan inafis memastikan bahwa jenazah itu adalah korban laka sungai yang terjadi di Dusun Jetis. "Jenazah dikenali sebagai Pak Endang Mustawa dan sudah dipastikan oleh tim Inafis," kata Basuki saat dikonfirmasi, Jumat (13/6).
Dia mengatakan, evakuasi berlangsung lancar dan jenazah Endang tiba di rumah duka pada pukul 18.00. Pihak keluarga menerima jenazah dengan duka yang mendalam, tetapi juga rasa lega karena penantian mereka berakhir.
Baca Juga: Siap-siap! Program Revitalisasi Sekolah Dipastikan Berjalan Tahun Ini, Dindikpora Kulon Progo Sebut Gunakan Metode Swakelola
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup. Namun, kisah ini meninggalkan pelajaran bagi warga di sekitar aliran sungai besar agar senantiasa waspada. Terutama terhadap potensi banjir kiriman yang sering kali tidak terdeteksi dari cuaca lokal. (aya)