Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seorang Pria Pembuat Konten Umrah di Candi Borobudur, Akui Buat Video untuk Kepentingan Pribadi

Naila Nihayah • Kamis, 12 Juni 2025 | 22:26 WIB
DIGIRING: Pria berinisial YH dibawa personel kepolisian ke Mapolresta Magelang untuk dimintai keterangan soal konten videonya, Kamis (12/6/2025).
DIGIRING: Pria berinisial YH dibawa personel kepolisian ke Mapolresta Magelang untuk dimintai keterangan soal konten videonya, Kamis (12/6/2025).

MUNGKID - Seorang pria berinisial YH, yang diduga sebagai biang keladi konten video tentang umrah di Candi Borobudur, mendatangi kantor Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang. Tidak sendirian, dia datang bersama tiga anggota keluarganya. 

Rombongan tiba di kantor disparpora sekitar pukul 09.30. Lantas, mereka diminta untuk menuju ruang pertemuan di belakang kantor. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan dihadiri oleh sejumlah pihak. 

Setengah jam kemudian, pertemuan itu rampung dan YH bersama rombongan keluar dari ruang pertemuan menuju tempat parkir. Saat itu, ada petugas kepolisian yang turut mendampinginya. Sebab, YH dijadwalkan mengikuti pemeriksaan dari Polresta Magelang.

Untuk diketahui, belum lama ini, sebuah video berdurasi pendek yang dinarasikan umrah di Candi Borobudur menyedot perhatian warganet. Dalam video yang dibagikan di akun TikTok bernama Ngobrol Santai Indonesia, tampak teknologi AI digunakan untuk menarasikan pengalaman spiritual layaknya ibadah umrah. 

Alih-alih umrah di Tanah Suci, video tersebut justru menggunakan latar belakang Candi Borobudur. Bahkan, narasinya cukup menggelitik. Seolah menawarkan alternatif umrah di tanah Jawa. 

Publik pun geger. Sebagian menilai video tersebut sebagai bentuk penodaan agama. Sementara yang lain mengkritik penyalahgunaan ikon budaya untuk kepentingan pribadi.

Akhirnya, YH, sang pembuat konten muncul di kantor Disparpora Kabupaten Magelang. Berdasarkan keterangan Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto, YH mengakui bahwa video itu murni dibuat untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga: Manuver Tiga Tim Promosi PSIM Jogja, Bhayangkara FC dan Persijap Jepara, Mampukah Berbicara Banyak di Liga 1?

Dia menyebut, sehari-hari, YH memang berjualan kemenyan. Konten video yang diunggah itu, sebagai bentuk mempromosikan produk miliknya. "Beliau sudah menyampaikan permohonan maaf di depan kami," lontarnya usai pertemuan, Kamis (12/6/2025).

Disparpora pun menerima kedatangannya dengan tangan terbuka dan menjembatani komunikasi dengan sejumlah pihak. Bahkan, kata dia, konten yang diunggah di akun TikTok-nya itu sudah dihapus. Selain itu, YH juga telah membuat pernyataan sanggahan resmi.

Dia menambahkan, YH mengaku video tersebut dibuat menggunakan teknologi AI, yakni VO3—yang baru pertama kali dia coba. Saat ditanya apakah video tersebut dibuat atas pesanan pihak tertentu, YH membantah. "Tidak ada pesanan. Ini murni pribadi," ujar Mulyanto menirukan pengakuan YH.

Kasus ini menyoroti minimnya pemahaman dan regulasi publik terhadap konten berbasis kecerdasan buatan. Terutama yang menyentuh ranah sensitif, seperti agama dan budaya. Apalagi ketika platform seperti TikTok menjadi medium utama distribusi pesan-pesan yang viral.

Namun, persoalan tak berhenti di situ. Setelah dari disparpora, YH digiring ke Polresta Magelang untuk dimintai keterangan. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memeriksa YH. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Candi Borobudur #Regulasi publik #Kabupaten Magelang #Umrah ke Borobudur #kecerdasan buatan #Konten kontroversial