Dispernaker Kabupaten Magelang Gelar Job Fair tanpa Batas Maksimal Usia Hanya Minimal 15 tahun
Naila Nihayah• Rabu, 11 Juni 2025 | 02:29 WIB
Job Fair tanpa Batas Usia Hanya Minimal 15 tahun
MUNGKID — Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Magelang kembali menggelar job fair. Kegiatan ini diikuti oleh 41 perusahaan dengan total 4.176 lowongan pekerjaan. Beruntung, job fair kali ini tidak ada batasan usia sehingga semua pencari kerja berpeluang ikut.
Suasana aula Balai Latihan Kerja (BLK) milik Disperinaker Kabupaten Magelang tampak ramai sejak pagi. Ratusan pencari kerja dari berbagai kecamatan datang dengan map berisi lamaran, penuh harap untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Job fair yang digelar selama dua hari ini, 10-11 Juni 2025 bukan sekadar agenda seremonial. Tetapi menjadi jembatan antara harapan dan peluang bagi para pencari kerja akan masa depan yang lebih baik.
Plt Kepala Disperinaker Kabupaten Magelang R Anta Murpuji Antaka menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan yang telah dirancang dengan serius. Kali ini, total 41 perusahaan ikut ambil bagian dalam job fair, baik secara daring maupun luring.
Dari jumlah itu, 38 di antaranya berasal dari Magelang dan sisanya dari luar daerah, seperti Malang, Semarang, Ungaran, dan Bantul. "Dari keseluruhan peserta, ada sekitar 4.176 lowongan kerja yang dibuka," ujar Anta di BLK Kabupaten Magelang, Selasa (10/6).
Khusus Magelang, kata dia, tercatat ada 1.439 lowongan. Mayoritas dari sektor industri seperti garmen dan retail. Beberapa perusahaan bahkan secara rutin mengajukan permintaan tenaga kerja melalui disperinaker, seperti jaringan ritel.
Salah satu hal menarik dari job fair ini adalah keterbukaannya terhadap usia. Tidak ada batas usia maksimal yang diberlakukan secara umum. Sedangkan minimal usia pencari kerja 15 tahun. "Tapi untuk usia maksimal, tergantung kebutuhan perusahaan. Umumnya tidak dibatasi secara ketat," jelasnya.
Pendekatan ini, lanjut dia, memberi harapan tidak hanya kepada lulusan baru. Tetapi juga kepada para pencari kerja berpengalaman, termasuk mereka yang sempat kehilangan pekerjaan akibat pandemi atau faktor ekonomi lainnya.
Anta juga meluruskan anggapan miring bahwa job fair hanyalah kegiatan formalitas. Dia menegaskan, tidak ada perusahaan yang dipaksa ikut serta. Karena semua perusahaan murni atas kemauan dan kebutuhan mereka sendiri.
Bahkan, kata Anta, ada perusahaan pengolahan lidah buaya yang mendukung penuh job fair yang selama ini dihelat. "Tahun ini saja mereka menargetkan merekrut 1.000 tenaga kerja," terangnya.
Dukungan aktif dari sektor industri ini menjadi bukti nyata bahwa job fair bukan hanya panggung seremonial. Melainkan ajang rekrutmen yang strategis dan terukur. Terlebih, jumlah pencari kerja di Kabupaten Magelang yang masih cukup tinggi.
Dia menyebut, menurut daya dari Badan Pusat Statistik (BPS), ada sekitar 26.000 orang pencari kerja. Anta berharap, kegiatan rutin yang digelar saban tahun ini, dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan, job fair tidak hanya menjadi sarana mempertemukan perusahaan dan pencari kerja. Tetapi merupakan jembatan penghubung antara potensi sumber daya manusia (SDM) dengan kebutuhan dunia usaha.
Dia menegaskan komitmennya dalam membuka akses ketenagakerjaan seluas-luasnya bagi warganya melalui gelaran job fair yang semakin strategis dan terstruktur. Job fair hari ini, kata dia, bukan hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi ditetapkan sebagai program yang akan berlangsung secara triwulanan.
Rencananya, BLK bakal diaktifkan kembali dan dioptimalkan. "Kalau ada kebutuhan khusus seperti kemampuan bahasa asing untuk sektor kerja luar negeri, kita akan update kurikulum pelatihan," tegasnya.
Tak hanya itu, pemkab juga berencana mendorong sekolah kejuruan untuk lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Termasuk keterampilan bahasa dan vokasi berbasis industri. Hal itu selaras dengan komitmen pemkab dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Sementara itu, warga Salaman Fatma Maulidina mengaku sudah melirik dua perusahaan garmen. "Saya baru lulus SMA tahun ini. Ke sini memang dikasih tahu temen, biar bisa mencari kerja. Nggak masalah kalau memang ditempatkan di mana saja," paparnya. (aya)