KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen telah menyusun rencana kerja terkait pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan. Pada 2025 ini pemkab sendiri mematok target dapat menuntaskan pekerjaan jalan sepanjang 60 kilometer.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kebumen Kurnia Hadi menyampaikan, tahun ini fokus menangani infrastruktur berupa pembangunan jalan dan pemeliharaan yang sifatnya rutin.
Program tersebut berlangsung dengan skema pembiayaan dari berbagai pagu anggaran. "Pemeliharaan jalan anggaranya cukup besar, tahun ini sekitar Rp 12 miliar. Ditambah yang lain totalnya hampir Rp 50 miliar," katanya, Minggu (9/6).
Disebutkan total panjang jalan di Kebumen 1.017,15 kilometer yang tersebar di 289 ruas jalan. Jika dirunut panjang jalan di Kebumen tidak jauh berbeda dari Anyer (Banten) hingga Panarukan (Jawa Timur).
Secara rinci dari total jalan tersebut sekitar 73 persen saat ini dalam kondisi mantap. Sisanya kategori tidak mantap sehingga perlu penanganan khusus.
Kurnia menjelaskan, tingkat kemantapan jalan terbagi menjadi dua kategori. Yakni, mantap dan tidak mantap. Indikator mantap ditujukkan jalan dalam kondisi baik dan sedang.
Sementara katergori tidak mantap dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat. "Kami masih punya PR (pekerjaan rumah) sekitar 270 kilometer jalan yang butuh perbaikan," ucapnya.
Pada tahun ini Dinas PUPR Kebumen telah menentukan lima proyek strategis daerah. Tiga dari proyek strategis tersebut merupakan pekerjaan infrastruktur jalan. Meliputi penanganan ruas Jalan Krakal-Pujotirto senilai Rp 2 miliar.
Selanjutnya ruas Jalan Wonosari-Jatisari dengan pagu anggaran Rp 1,01 miliar. Lalu pembangunan ruas Jalan Selogiri-Gunungsari dengan nilai Rp 1 miliar.
Baca Juga: Ngeri, Truk Muatan Ayam Potong Ini Nyaris Masuk Jurang di Kulon Progo, Berikut Kondisi Pengemudi
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kebumen Noviandri Dwi Alhadi meminta dinas lebih jeli dalam menentukan titik ruas jalan sebelum pembangunan berlangsung.
Artinya selain berorientasi terhadap geliat ekonomi, tapi juga memperhatikan aksesibilitas di bidang kesehatan dan pendidikan. "Selain spek (spesifikasi), tapi juga titiknya harus jelas. Pemerataan perlu diperhatikan," ungkapnya.
Dwi menyatakan, infrastruktur masih menjadi persoalan krusial di Kebumen. Jika tidak diperhatikan maka akan menghambat sektor strategis lain. Oleh karena itu Komisi D DPRD Kebumen akan mendorong bidang infrastruktur menjadi layanan primer.
"Coba nanti di APBD Perubahan kami pertegas. Semoga anggaran buat infrastruktur dapat banyak," ucap Dwi. (fid)
Editor : Heru Pratomo