MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang bakal membangun gedung balai kota baru di kompleks Alun-Alun Magelang dengan konsep ramah lingkungan. Serta mengusung standar bangunan gedung hijau (BGH) sebagai bentuk komitmen terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.
Gedung tersebut menjadi proyek pertama di Indonesia yang dirancang sesuai kriteria BGH kategori wajib, dengan pendanaan penuh dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Perencanaan teknisnya telah mendapat rekomendasi dan peringkat "Utama" dari Kementerian PUPR dalam proses sertifikasi BGH yang dilakukan pada Maret 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang MS Kurniawan menjelaskan, gedung balai kota tersebut tidak hanya sekadar bangunan pemerintahan. "Tapi simbol dari transformasi menuju tata kelola yang berorientasi pada keberlanjutan," ungkapnya saat dikonfirmasi Minggu (8/6).
Dalam proses perancangannya, kata dia, gedung tersebut akan memperhatikan berbagai aspek hijau. Mulai dari efisiensi energi dan air, pengelolaan tapak, pencahayaan dan ventilasi alami. Hingga pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan, serta pengelolaan sampah dan air limbah.
Bahkan, proyek itu mendapat dukungan dari UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT). Sebuah program Pemerintah Inggris yang berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM untuk mendorong pembangunan rendah karbon.
Dia menyebut, Kota Magelang dipilih sebagai proyek percontohan nasional karena dianggap siap dari sisi teknis dan kelembagaan. "Ini merupakan gedung pemerintah daerah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang membangun dengan standar BGH dari APBD," katanya.
Selain bangunan fisiknya, lanjut Kurniawan, proyek ini juga memperkuat kelembagaan energi daerah. Termasuk hadirnya manajer energi bersertifikat yang menjadi syarat penting dalam program UK PACT dan EBTKE.
Dia menambahkan, Kota Magelang sebelumnya juga telah menorehkan prestasi di bidang efisiensi energi. Pada 2023, gedung DPUPR Kota Magelang meraih peringkat kedua nasional untuk manajemen energi terbaik dalam Penghargaan Subroto Bidang Energi (PSBE).
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, pembangunan ini sebagai titik tolak pembaruan sistem pemerintahan yang lebih ramah lingkungan. Terlebih, Kota Magelang menjadi pilot project dalam rancang bangun bangunan yang hemat energi.
Baca Juga: Liburan ke Lava Tour Merapi di Sleman, Wapres Gibran Sekeluarga Coba Manuver Air dengan Jeep
Dia melanjutkan, gedung balai kota nantinya menjadi representasi komitmen pemkot terhadap prinsip hijau. Rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintahan harus mengikuti prinsip yang sama. "Ini bukan hanya soal fisik bangunan, tapi juga nilai yang ingin kita tanamkan," katanya.
Dengan komitmen tersebut, kata dia, Kota Magelang tidak hanya menjadi proyek percontohan pembangunan berkelanjutan di atas kertas. Tetapi benar-benar menunjukkan perubahan nyata menuju pemerintahan yang hemat energi dan peduli lingkungan. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita