KEBUMEN - Bagi sebagian orang membaca buku mungkin dianggap tradisi usang. Tapi tidak bagi relawan literasi di Kebumen Book Party. Mereka terus mencoba menumbuhkan benih kecintaan masyarakat terhadap buku.
Sudah setahun terakhir, Kebumen Book Party jungkir balik membumikan buku. Setiap dua pekan sekali, kominitas ini rutin berkumpul untuk membaca buku berjamaah. Mereka tak canggung membuka buku meski di tengah keramaian.
Langkah kecil ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat lain untuk tetap gemar membaca buku. “Sekarang banyak anak muda malu baca buku, ada anggapan norak dan kampungan. Dari keresahan ini kami mulai buat wadah,” ujar Ketua Kebumen Book Party GilangTri Prasetyo Jumat (23/5).
Gilang dan rekannya menilai, membaca buku saat ini adalah sebuah pilihan. Dia tak memungkiri sudah banyak alternatif untuk upaya peningkatan literasi. Apalagi era teknologi seperti sekarang membawa kemudahan dengan hadirnya buku digital atau e-book.
Kendati begitu, menurut Gilang, manfaat membaca buku tidak tergantikan ketika beralih ke saluran literasi lain. Dari membaca buku, kata dia, secara tidak langsung akan mengasah kemampuan menganalisis, berpikir kritis dan bertindak konstruktif. Selain itu dapat memperkuat daya ingat dan memperluas kosa kata serta masih banyak manfaat lain.
Gilang mengungkapkan, komunitas ini terbilang seumur jagung karena baru dibentuk pada Agustus 2024. Namun dia tidak pesimis dengan misi peningkatan daya literasi. Sampai pada akhirnya Kebumen Book Party kini tercatat telah memiliki keanggotaan aktif 80 orang. “Kenapa tradisi baca buku harus tetap lestari, ya karena banyak manfaatnya,” kata dia.
Di komunitas, kata Gilang, tidak hanya sekadar berjejaring. Tapi juga mendorong mereka untuk bertukar wawasan. Lebih dari itu, lewat pertemuan rutin yang digelar dapat menjadi ajang diskusi dan saling menginspirasi. “Selepas baca buku, nanti kami saling bertukar info buku apa yang lagi dibaca, isi seperti apa,” jelasnya.
Berdasar hasil survei dan kajian data Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kebumen pada 2024 meraih skor 78,81. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Kebumen berada pada urutan puncak IPLM tertinggi alias terbaik di Jawa Tengah. Skor tersebut juga melampaui angka nasional, yakni 73,52.
Gilang pun cukup bersyukur dengan capaian itu. Namun bagi dia angka tersebut tidak begitu melegakan selagi masyarakat belum mantap membaca buku. “Mimpi kami budaya baca buku jangan sampai luntur. Di awali dari diri sendiri dulu,” tandasnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita