Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kondisi Alas Retak hingga Besi Penyangga Lepas, Perbaikan Jembatan Gantung Penghubung Antardusun Terkendala Status Aset

Naila Nihayah • Sabtu, 17 Mei 2025 | 04:00 WIB

 

BAHAYA: Sejumlah kerusakan jembatan penghubung antara Dusun Jati, Kalinegoro, Mertoyudan dengan Dusun Teluk, Sumberarum, Tempuran.
BAHAYA: Sejumlah kerusakan jembatan penghubung antara Dusun Jati, Kalinegoro, Mertoyudan dengan Dusun Teluk, Sumberarum, Tempuran.
 

 

MUNGKID - Kondisi jembatan penghubung antara Dusun Jati, Kalinegoro, Mertoyudan dengan Dusun Teluk, Sumberarum, Tempuran, cukup mengkhawatirkan. Sebab alas jembatan mulai ada keretakan di sejumlah titik, jaring pembatas sobek, hingga besi penyangga bagian bawah ada yang lepas.

Sekretaris Desa Kalinegoro Arya Putra Ghari menjelaskan, jembatan gantung itu sudah beroperasi sejak 2019 dan dibangun oleh pemerintah pusat. Dengan panjang sekitar 100 meter dan membentang di atas Sungai Progo. Saat itu, kata dia, belum ada serah terima ke pemerintah daerah maupun desa.

Namun, keberadaannya sangat menunjang mobilisasi warga setempat dan kerap dilalui kendaraan bermotor. Sekitar 2023, jembatan gantung tersebut mulai ada kerusakan. "Pada 2024, kepala desa sudah meminta kami cek ke sana, kami buat laporan, dan foto. Terus kami kirim (ke DPUPR, Red) lewat WhatsApp," ujarnya Jumat (16/5).

Hanya saja, kata dia, laporan tersebut tidak ditindaklanjuti. Kemudian, kerusakannya semakin banyak di beberapa titik jembatan. Lantas, pemerintah desa berkirim surat kepada DPUPR Kabupaten Magelang supaya bisa diperbaiki. Mengingat jembatan itu cukup krusial bagi warga.

Arya menyebut, DPUPR juga kebingungan soal status jembatan karena dibangun dengan anggaran dari pemerintah pusat. Bahkan, hingga kini belum ada serah terima aset ke pemerintah daerah. "Sekarang (kondisi jembatan) banyak keretakan. Jaringnya bolong, besi bawah untuk penyangga juga ada yang lepas," katanya.

Kondisi tersebut praktis dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama kendaraan bermotor. Karena itu, pemerintah desa membuat pengumuman di beberapa media sosial supaya warga berhati-hati saat melintas. Terlebih, kondisi jembatan cukup licin saat hujan.

Warga Kalinegoro Sutarman mengatakan, banyak warga Kalinegoro yang memilih untuk melewati jembatan itu saat hendak ke Borobudur atau Tempuran. "Kalau lewat jembatan itu dan mau ke Borobudur, kami bisa memangkas jarak sekitar lima kilometer. Kalau lewat jalan raya, lebih jauh lagi," paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, DPUPR Kabupaten Magelang Priyo Suwarso menuturkan, sudah ada laporan mengenai kondisi jembatan penghubung antardusun itu. Perwakilan DPUPR pun sudah meninjau kondisinya. Hanya saja, kendalanya adalah jembatan itu belum tercatat sebagai aset pemerintah daerah.

Sebab, kata dia, hingga saat ini proses hibah jembatan dari Kementerian Pekerjaan Umum belum selesai. Mengingat jembatan tersebut dibangun oleh pemerintah pusat. "Seharusnya iya (kementerian yang memperbaiki). Kalau dulu, ada kerusakan kecil seperti baut, kami yang perbaiki," katanya.

Dia menilai, kerusakan jembatan itu dalam kategori sedang. Karena ada beberapa bagian yang pecah dan retak. Kondisi itu praktis dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas. Untuk itu, dia mengimbau warga untuk berhati-hati saat melintas. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#jembatan penghubung #jembatan gantung #Dusun Teluk #Kabupaten Magelang #tempuran #DPUPR #status #Dusun Jati #pemerintah #Mertoyudan #aset #Sumberarum #jembatan #pemerintah pusat #pemerintah daerah #kalinegoro