Ini setelah sang sopir truk tronton Ladis, 48, warga Kabupaten Bojonegoro meninggal saat menjalani perawatan medis di RSUP Dr Sarjito, Jogja.
Ladis sebelumnya dilaporkan selamat dari kecelakaan maut. Dia juga sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Tjitrowardojo, Purworejo.
Namun karena kondisinya menurun, sopir tersebut kemudian dirujuk ke RSUP Dr Sarjito untuk penanganan lebih lanjut.
”Sudah ditangani. Meninggal tadi pagi jam 05.08,” ungkap Kasi Humas Polres Purworejo AKP Widi Astuti, Jumat (9/5).
Ladis menambah daftar panjang nama korban meninggal akibat kecelakaan di jalur perbatasan Purworejo-Magelang.
Sopir tersebut dinyatakan meninggal dua hari setelah kejadian. “Pas kecelakaan langsung ke RS Tjitro. Paginya setelah itu dibawa ke Sardijto,” sambungnya.
Sebelumnya, Polres Purworejo telah berhasil mengidentifikasi 11 korban meninggal dalam insiden kecelakaan maut di jalan perbatasan Purworejo-Magelang.
Kesebelas korban tersebut masing-masing, Aulia Anggi Praktiwi, 26, warga Desa Taman Agung, Divya Kreswinanda, 25, warga Mertoyudan dan Isna Hayati, 27, warga Mungkid.
Lalu korban bernama Naely Nur Sadiyah, 23, warga Mungkid, Finna Mukaromah, 28, warga Mungkid, Nely Suroya warga Mungkid, Melani Septiani, 26, warga Magelang, Naqi Umi Rohmah, 27, warga Mungkid, Siti Khur Fatonah, 27, warga Borobudur dan Hesti Nurngaini Rahayu, 24, warga Borobudur serta Edi Sunarto, 71, warga Mungkid.
Selain korban tersebut, terdapat lima korban lain yang kini masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit.
Sebagian korban juga telah dirujuk ke rumah sakit di Magelang atas permintaan keluarga.
Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Purworejo-Magelang kilometer 9, tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener.
Insiden ini mengakibatkan 11 orang tewas dan enam korban lain terluka. Kecelakaan ini diduga akibat truk tronton pengangkut pasir berpelat nomor B 9970 BYZ hilang kendali dan menyeruduk minibus sarat penumpang hingga ringsek. (fid)
Editor : Bahana.