KEBUMEN - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kebumen memberikan 30 beasiswa bagi masyarakat miskin yang berasal dari keluarga buruh. Beasiswa tersebut diberikan bertepatan pada peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day.
Ketua KSPSI Kebumen Akif Fatwal Amin menyampaikan, saat ini serikat buruh atau pekerja di Kebumen telah menggandeng sekolah menengah swasta untuk realisasi program beasiswa. Program ini berlangsung melalui surat perjanjian dan kerjasama demi memastikan kualitas pendidikan bagi keluarga kaum buruh.
"Kemarin sudah tanda tangan hitam diatas putih. Ada 30 kuota beasiswa kami berikan untuk pelajar SMA," ucap Akif di sela peringatan May Day di Polres Kebumen, Kamis (1/5).
Program beasiswa bagi anak kaum buruh merupakan program perdana yang akan bergulir di 2025. KSPSI menjamin dari beasiswa tersebut seluruh biaya sekolah ditanggung sepenuhnya alias gratis.
"Tidak ada pungutan. Nol biaya. Dari awal sekolah sampai lulus sudah dijamin. Tapi ini khusus buat anak buruh," ungkap dia.
Selain jenjang SMA, kata Akif, tidak menutup kemungkinan program beasiswa ini juga akan merambah hingga jenjang perguruan tinggi. Dia menegaskan, berasal dari keluarga kaum buruh bukan menjadi alasan untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak.
"Ini komitmen kami. Bagaimana pun anak buruh harus sekolah yang tinggi, supaya mampu meningkatkan derajat keluarga," terangnya.
Akif menjelaskan, resesi global adalah tantangan nyata dan ancaman cukup serius. Kondisi ini, menurut dia, akan memiliki banyak konsekuensi bagi kaum buruh, utamanya potensi pemecatan atau PHK. Kendati begitu, KSPSI kini sudah memetakan berbagai ancaman, risiko dan solusi alternatif dari dampak kondisi tersebut.
"Beasiswa bisa dikata salah satu jalan. Kami sedang rumuskan program lain yang relevan dengan kahanan," ucap Akif.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kebumen Budhi Suwanto mengapresiasi, peringatan hari buruh tahun ini di Kebumen belangsung dengan penuh semangat kekeluargaan.
Dia menaruh harapan kolaborasi antara kalangan buruh, pemerintah, perusahaan dan instansi terkait dapat terus terjalin untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
"Kami acungi jempol. Di setiap perusahaan sekarang buat kegiatan. Ada yang tumpengan, bakti sosial dan sebagainya. Kolaborasi ini yang jadi kekuatan," ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo