PURWOREJO- Warga di Kampung Sebomenggalan, Kelurahan Purworejo sampai sekarang masih menanti beroperasinya Hotel Ganesha. Warga mengaku ikut perihatin melihat hotel pelat merah yang menelan anggaran Rp 55 miliar itu justru tak kunjung beroperasi.
Warga setempat Suburno mengatakan, dirinya bersama warga lain sudah cukup sabar menanti keberlanjutan pembangunan Hotel Ganesha. Dia yakin, ketika hotel beroperasi akan membawa banyak manfaat, terutama dari sisi perputaran ekonomi bagi warga sekitar.
"Ya kalau bisa secepatnya berfungsi. Biar lingkungan ramai, yang jualan laku," ungkapnya, Selasa (29/4).
Suburno menyatakan, warga sebenarnya tak ingin menyaksikan hotel mangkrak begitu saja. Sebab pada prinsipnya hotel tersebut dibangun dari uang rakyat dengan nominal cukup fantastis. "Saya lihat miris. Bangunan miliaran, tapi tidak fungsi," ucapnya.
Hingga akhir April 2025, progres pembangunan Hotel Ganesha tak jelas nasibnya. Belum ada tanda-tanda hotel tersebut bakal segera beroperasi. Dari tampak depan, bangunan hotel lima lantai ini tampak tertutup seng. Tak telihat aktivitas apapun di lingkungan hotel.
Secara kasatmata, cat tembok bangunan hotel terlihat mulai pudar. Bahkan sebagian titik pada bagian tembok sudah berlumut. Ornamen besi pada balkon kamar juga tampak mulai berkarat.
"Sekarang kalau hujan itu bocor, plavon sudah ambrol. Tembok saya lihat juga mulai retak. Eman-eman banget," kata Suburno.
Warga lain Suparno menaruh harapan pembangunan hotel dapat selesai tepat waktu. Dengan begitu hotel lima lantai dengan ketersediaan sekitar 90 kamar tersebut berdampak positif dari berbagai aspek.
Khususnya mengurangi angka pengangguran. "Mungkin ini calon hotel terbesar ya. Otomatis perputaran uang juga gede. Banyak orang luar datang ke Purworejo buat transit," ucapnya.
Menurutnya, keberadaan Hotel Ganesha Purworejo bukan sekadar simbol kemajuan bidang infrastruktur, tapi juga dapat menjadi instrumen pengentasan kemiskinan.
Dia pun meminta, dalam pengelolaan hotel nantinya dapat melibatkan warga setempat. "Harapan kami ya bisa dilibatkan. Entah itu di kantor, apa jadi petugas kebersihan atau parkir," terangnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi juga memiliki mimpi yang sama dengan warga.
Dia ingin agar Hotel Ganesha segera beroperasi. Ujungnya keberadaan hotel diharapkan dapat menyumbang dari sisi pendapatan asli daerah.
Dalam konteks ini, kata Dion, pemerintah daerah akan berupaya melalui intervensi anggaran untuk keberlanjutan pembangunan hotel. Hal ini guna memastikan hotel tetap dapat difungsikan sesuai rencana.
"Semua program saya kira penting. Tapi ini tentang mangkrak atau tidak mangkrak. Bukan mana yang lebih penting, mana yang tidak," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo