MUNGKID - Selama tiga hari ini, titik-titik strategis di kompleks Candi Borobudur akan dilakukan proses pembersihan menggunakan teknologi modern. Proses tersebut dilangsungkan dengan menggadeng Kawan Lama Solution untuk menyongsong perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 di Candi Borobudur.
Staf Pokja Perawatan Candi Borobudur, Museum dan Cagar Budaya (MCB) Hari Setyawan mengatakan, pembersihan candi ini memang rutin dilakukan. Mengingat usia candi yang semakin renta. Ditambah dengan banyaknya lumut dan mikroorganisme lain yang menempel pada bebatuan karena berada di alam terbuka.
Dia menuturkan, pembersihan dilakukan dengan metode kering dan basah. Metode kering menggunakan sikat, sapu lidi, dan kuas, kemudian digosok pada bebatuan. Selain itu, rumput-rumput yang tumbuh di sela bebatuan juga dicabut. Sementara metode basah dilakukan penyemprotan air dengan tekanan tertentu.
Hari menyebut, penyemprotan air itu maksimal 50 bar supaya bebatuan tidak rusak. Upaya pelestarian situs bersejarah itu, kata dia, tidak bisa dilakukan secara sepihak. Melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. "Termasuk dari Kawan Lama Solution yang memanfaatkan teknologi pembersihan modern," ujarnya, Senin (28/4).
Dia menyebut, seiring berkembangnya zaman, pengelola praktis membutuhkan peralatan yang lebih modern. Mengingat sumber daya manusia (SDM) yang tersedia, cenderung terbatas. Dengan catatan, peralatan yang digunakan sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP).
Menurutnya, peralatan yang dimiliki oleh Kawan Lama Solution telah sesuai dengan SOP yang diterapkan. Dengan program #solusibersih yang dihadirkan, kata dia, menjadi satu bentuk dukungan nyata dalam menjaga kebersihan dan integritas struktur candi. Terutama menjelang perayaan Tri Suci Waisak yang dipusatkan di Candi Borobudur.
Sementara itu, Bussiness Support Group PT Taman Wisata Borobudur Ayunanto mengatakan, kolaborasi ini sejalan dengan misi InJourney untuk terus mendorong pengelolaan destinasi wisata berbasis budaya dan keberlanjutan lingkungan. "Program #solusibersih ini menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian warisan budaya dapat berjala dengan inovasi teknologi," katanya.
Vice President National Sales Operation, Kawan Lama Solution Hendrian Susanto mengutarakan, tengah berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian warisan budaya Indonesia melalui pendekatan modern. "Dengan dukungan teknologi pembersihan dari Nilfisk, kami menghadirkan solusi yang efekti, tapi tetap menjaga keaslian dan kehati-hatian dalam merawat situs bersejarah," paparnya.
Baca Juga: Siswa SMP di Bandung Rawat Ayah Kandungnya Hingga Wafat, Kini Jadi Anak Asuh Putra Dedi Mulyadi
Dia menyebut, ada sejumlah area yang menjadi fkus utama pembersihan. Seperti pelataran candi, jalur akses publik yang ramai dilalui pengunjung, sert area khusus yang akan digunakan untuk prosesi ibadah dan kegiatan keagamaan menjelang Waisak. Seluruh pembersihan tersebut menggunakan beragam peralatan canggih dari Nilfisk, merek pembersih asal Denmark.
Beberapa unit yang digunakan, antara lain ATTIX 50 untuk penyedotan debu halus di zona candi serta Core 125 dan C110E sebagai high-pressure cleaner untuk mengangkat lumut secara menyeluruh. Kemudian LS430, SC351, dan SC2000 untuk pembersihan area tangga, paving, dan jalur concourse yang lebih luas.
Semua perangkat tersebut, kata dia, tidak hanya unggul dalam kinerja pembersihan, tapi juga dirancang dengan fitur ramah lingkungan dan aman bagi struktur bersejarah. Dia berharap, langkah ini dapat menjadi inspirasi kolaboratif dalam menjaga warisan budaya bangsa secara berkelanjutan. (aya)
Editor : Heru Pratomo