Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pasutri Asal Sleman yang Meninggal di Dalam Mobil di Magelang, Begini Kronologinya

Naila Nihayah • Selasa, 29 April 2025 | 00:12 WIB
Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwansyah.
Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwansyah.

MUNGKID - Teka-teki soal pasangan suami-istri (pasutri) asal Sleman berinisial ER, 32 dan IM, 28 yang ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah mobil di Jalan Raya Jogja-Magelang, Salam, Kabupaten Magelang pada Februari lalu, akhirnya terkuak.

Keduanya meninggal dunia karena keracunan gas karbon monoksida (CO). 

Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwansyah menjelaskan, setelah penemuan jasad pasutri itu, polisi segera melakukan pemeriksaan di laboratorium foreksik (labfor).

"Kami meminta pemeriksaan labfor terkait sampel swab hidung, cairan mulut, serta kondisi kabin mobil," ujarnya, Senin (28/4/2025).

Dia mengatakan, Polresta Magelang juga meminta pihak Hyundai untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap mobil tersebut.

Setelah hampir dua bulan, pada Senin (24/4/2025), hasil pemeriksaan tersebut sudah keluar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan labfor, swab hidung dan cairan mulut mereka tidak ditemukan adanya gas CO.

Namun, tim labfor justru mencatat kandungan gas CO pada kabin mobil di angka 570.

Sementara ambang batas emisi gas buang di Indonesia berpatokan pada parameter CO 1,5 persen Vol dan hidrokarbon (HC) 200 ppm Vol.

"Ambang batasnya sekitar 115. Sehingga ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian secara cepat," sebutnya. 

Karena itulah, tingginya emisi gas buang pada mobil itu, kata dia, menjadi pemicu meninggalnya pasutri asal Sleman.

Selain itu, pihak Hyundai juga menemukan adanya patahan dari saluran pembuangan gas atau knalpot, terutama dari bagian belakang.

Kondisi itu menyebabkan gas tidak terbuang ke belakang mobil, melainkan masuk ke dalam kabin. 

La Ode menyebut, hasil pemeriksaan pihak Hyundai praktis selaras dengan labfor.

"Sehingga bisa kami simpulkan bahwa kematian dari dua korban tersebut (pasutri) akibat keracunan dari gas CO yang melampaui ambang batas dalam kabin mobil," tegasnya. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#La Ode Arwansyah #karbon monoksida #Polresta Magelang #keracunan gas CO #pasutri #Kasatreskrim Polresta Magelang #pasutri tewas