Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tembok Kolam Penampungan Air di Pondok Gontor 5 Magelang Roboh, 28 Santri Tertimpa Reruntuhan, Tiga  Meninggal Dunia dan Satu Masih dalam Pencarian

Naila Nihayah • Sabtu, 26 April 2025 | 05:00 WIB

EVAKUASI: Warga setempat menyaksikan proses evakuasi para santri yang tertimpa reruntuhan di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Magelang, Jumat (25/4/2025).
EVAKUASI: Warga setempat menyaksikan proses evakuasi para santri yang tertimpa reruntuhan di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Magelang, Jumat (25/4/2025).

MUNGKID - Sedikitnya 28 santri di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Magelang tertimpa reruntuhan tembok penampungan air, Jumat (25/4/2025).

Dari jumlah itu, tiga santri meninggal dunia dan seorang santri masih dalam pencarian.

Berdasarkan pantauan, seluruh akses masuk ke pondok dibatasi. Hanya orang berkepentingan dan kendaraan tertentu yang diperbolehkan masuk.

Sementara di lokasi kejadian, telah dipasang garis polisi. Beberapa ambulans tampak berlalu lalang masuk ke dalam pondok.

Guru senior di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Magelang Muhib Huda Muhammadi menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30.

Saat itu, para santri tengah antre mandi untuk bersiap menunaikan salat Jumat.

Tiba-tiba tanah di bawah tandon air yang terletak di belakang kamar mandi, longsor. Sehingga menyebabkan tandon air di atasnya ikut roboh.

"Ada bencana alam longsor, sehingga menyebabkan tembok di kolam penampungan air runtuh," bebernya di lokasi.

Santri yang tengah mengantre mandi, kata dia, tidak sempat menyelamatkan diri.

Pihak pondok pun segera melaporkan kejadian ini kepada stakeholder terkait. Seperti kepolisian, TNI, BPBD, Basarnas, damkar, puskesmas, relawan, hingga PMI.

Sembari menunggu kedatangan mereka, pengurus dan ustaz pondok bahu-membahu memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban.

Total ada 20 santri yang dapat diselamatkan dan segera dibawa ke RSUD Merah Putih.

Namun, masih ada beberapa santri yang terjebak di antara dinding kamar mandi.

"Mereka (20 santri yang dirawat ke RSUD) luka-luka ringan. Masih ada empat santri lagi yang belum dievakuasi. Tapi, jumlah pastinya belum tahu karena dalam pencarian," sebutnya.

Meski ada peristiwa itu, lanjut Muhib, aktivitas belajar-mengajar akan terus berjalan.

Namun untuk hari ini (kemarin, Red) jadwalnya libur. "Tapi, Sabtu hari aktif, tetap berjalan sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Dia menambahkan, pondok bakal bertanggungjawab atas pengobatan para santri yang menjadi korban.

Muhib juga mengimbau kepada orang tua atau wali santri untuk tidak cemas terhadap peristiwa itu.

Direktur RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang Leli Puspitowati mengutarakan, puluhan santri itu sudah mendapat perawatan di rumah sakitnya.

"(Update terakhir pukul 17.00) tadi ada 24 (santri yang masuk ke RSUD Merah Putih). Tiga orang rawat inap karena patah tulang,"  bebernya saat dihubungi.

Kemudian ada satu santri yang mengalami patah tulang terbuka dan membutuhkan penanganan dengan sarana yang lebih baik. Sehingga santri itu bakal dirujuk ke rumah sakit di Jogja.

Lalu, sudah ada tiga santri yang dibawa pulang dan 16 lainnya dalam proses pemulangan. Sementara sisanya masih dalam perawatan di IGD.

Leli menyebut, rata-rata santri itu mengalami luka ringan sehingga diperbolehkan pulang.

"Sebagian besar luka ringan. Namun ada beberapa yang harus diobservasi. Semoga bisa membaik. Sedangkan ada satu santri yang memang harus dirujuk ke rumah sakit lain," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyebut, hingga pukul 18.00 ada 25 santri yang dibawa ke RSUD Merah Putih.

"Tiga rawat inap, satu dirawat di (RSUP) Sardjito Jogja karena patah tulang, rawat jalan 19, observasi satu, dan satu meninggal dunia," ujarnya.

Dia mengatakan, seluruh biaya perawatan para korban bakal ditanggung oleh pemerintah daerah karena tergolong musibah.

"Karena ini musibah, kami gratiskan. Biar nanti urusan pemerintah daerah terkait dengan pembiayaan," tambahnya.

Namun, lanjut Grengseng, masih ada korban yang belum ditemukan. "Jadi, ini belum final. Nanti setelah final, kami akan bicara dengan forkopimda," terang Grengseng.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Jogja pada pukul 19.02, ada satu santri yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Lalu, pada pukul 20.00, tim gabungan juga menemukan satu korban lagi dalam keadaan meninggal dunia. Hingga pukul 20.30, masih ada satu santri yang belum ditemukan. (aya/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Santri Tertimpa Reruntuhan #Tertimpa Reruntuhan #Magelang 10K #Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 #tembok penampungan air #santri meninggal dunia #pencarian