MAGELANG - Perwakilan umat beragama di Kota Magelang mendatangi Gereja Paroki Santo Ignatius untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Paus Fransiskus.
Hal itu merupakan wujud toleransi yang hingga kini terus dipupuk oleh warga Kota Magelang. Sekaligus membuktikan bahwa tingkat toleransi masih tinggi.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang Achmad Rifai mengutarakan, anggotanya datang ke gereja untuk berbelasungkawa terhadap salah satu tokoh Katolik dunia, Paus Fransiskus. Ucapan belasungkawa itu menjadi wujud toleransi antarumat beragama di Kota Magelang.
Turut hadir dari perwakilan agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. "Kami juga merasa kehilangan dan ingin turut mendoakan pimpinan tertinggi Katolik (Paus Fransiskus)," ujarnya, Jumat (25/4).
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Magelang I Gede Mahardika.
"Kami seluruh umat Hindu yang ada di Kota Magelang ikut berbelasungkawa. Mudah-mudahan beliau meninggalkan kita semua, diberikan tempat yang terindah di surga," bebernya.
Dia menilai, Paus Fransiskus merupakan sosok yang sangat luar biasa sebagai tokoh sentral umat Katolik. I Gede Mahardika menyebut, Bapa Suci tidak memandang orang lain dengan kacamata perbedaan, tapi justru menganggap semua agama sama dengan yang lain.
Bahkan, dia melihat kesederhanaan Paus Fransiskus yang luar biasa. Kesederhanaan itulah yang perlu diteladani oleh setiap manusia. Supaya manusia tidak merasa lebih hebat dan lebih tinggi dari manusia lain.
"Kita bisa bayangkan, seorang pimpinan gereja sedunia itu bepergian menggunakan pesawat umum. Kemudian, bertemu dengan semua kalangan dan memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi," ucapnya.
Vikaris Episkopalis (Vikep) Kedu Romo Antonius Dodit Haryono Pr mengatakan, ucapan belasungkawa yang diberikan kepada FKUB menjadi dukungan yang istimewa bagi umat Katolik.
"Di saat kami kehilangan pemimpin kami, Bapa Paus Fransiskus dan tentu saja apa yang disampaikan dalam perjumpaan ini menjadi tanda yang baik," sebutnya.
Dia melanjutkan, Paus Fransiskus merupakan sosok yang sederhana dan spiritualitasnya sangat kuat. "Beliau menunjukkan sungguh- sungguh bahwa iman tanpa perbuatan hakikatnya adalah mati dan beliau sangat-sangat sederhana," sambungnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo