Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Umat Katolik di Kebumen Gelar Misa Requiem untuk Paus Fraksiskus, Diikuti 300 Jemaat

Muhammad Hafied • Kamis, 24 April 2025 | 03:05 WIB

JELANG MISA : Pengurus Gereja St Yohanes Maria Vianney sedang persiapan menyambut ibadah Misa Requiem atas wafatnya Paus Fransiskus.
JELANG MISA : Pengurus Gereja St Yohanes Maria Vianney sedang persiapan menyambut ibadah Misa Requiem atas wafatnya Paus Fransiskus.

KEBUMEN - Kabar duka menyelimuti umat Katolik di Kebumen atas wafatnya Paus Fransiskus. Terkait hal itu, umat katolik di Kebumen menggelar ibadah Misa Requiem. Yakni prosesi ibadah untuk mendoakan arwah Paus Fransiskus selaku pemimpin Gereja Katolik dunia.

Sekretaris Gereja Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Krisma Bagus menyampaikan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut ibadah Misa Requiem atau Misa Arwah. Ibadah misa khusus ini akan berlangsung secara serentak di Gereja Katolik sebagai bentuk penghormatan terhadap Paus Fransiskus. "Jam 19.00 kami mulai. Prediksi ada 300 jemaat yang hadir. Sudah disiapkan doa khusus yang dipimpin dua pastor," katanya, Rabu (23/4).

Baca Juga: UGM Buka Suara soal Laki-Laki yang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Sebut Muhammad Nastain Bukan Mahasiswa S3, Hanya Alumni Program S2

Krisma menerangkan, sebelum misa dimulai, jemaat gereja akan diperlihatkan video tentang biografi Paus Fransiskus. Setelah itu jemaat diberi kesempatan menulis kesan dan doa terbaik pada secarik kertas. "Sudah kami siapkan layar proyektor. Diputar biografi beliau, di situ ada cuplikan ketika kunjungan ke Indonesia," jelasnya.

Persiapan Misa Requiem ini telah dilakukan sejak pagi. Pengurus gereja mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu demi kalancaran ibadah. Di dalam gereja, terlihat foto Paus Fransiskus berukuran besar di bagian depan mimbar. Foto tersebut memperlihatkan Paus Fransiskus sedang duduk dengan seragam kebesaran. Selain itu terdapat bendera simbol Vatikan yang terpasang setengah tiang. "Sudah ada instruksi misa ini. Kami ikut Keuskupan Purwokerto. Ada 27 gereja di berbagai kabupaten yang masuk di dalamnya," ungkap Krisma.

Baca Juga: Sambal Pecak Mbakayune Seyegan: Nikmati Liwetan Sunda dengan Sambal Pecak yang Menggoyang Lidah

Pastor Gereja Santo Yohanes Maria Vianney Romo Agustinus Brian Kurniawan mengatakan, wafatnya Paus Fransiskus cukup meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia. Terlebih, kepergian pemimpin gereja Katolik dunia ini masih dalam suasana Hari Raya Paskah. "Peristiwa ini, kami tentu merasa kehilangan Bapak Suci. Beliau pemimpin yang hadir ditengah umat," bebernya.

Baca Juga: Jalan Masuk SDN Trayu Kulon Progo Butuh Sentuhan Perbaikan: Kondisinya Membahayakan, Sudah Diusulkan Namun Tak Kunjung Terealisasi

Romo Brian mengungkapkan, Paus Fransiskus merupakan sosok yang bukan hanya pemimpin Gereja Katolik dunia. Tapi juga sebagai pribadi yang memberikan tauladan kesederhanaan. Dia masih ingat sebait pesan Paus Fraksiskus yang dapat menjadi pedoman dalam menjalani hidup. Yakni, tentang pentingnya belas kasih antarsesama, mengedepankan semangat toleransi hingga kepedulian terhadap isu lingkungan.

"Pesan Bapak Suci, engkau harus membuka tempat untuk memberi ruang mereka yang tersingkirkan. Nah ini yang menjadi catatan penting," katanya. (fid)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Gereja Paroki Santo Yohanes Maria Vianney #umat #Paus Fransikus #katolik #kebumen #penghormatan #pastor #mendoakan #wafat #Gereja Katolik #Misa Requiem