MUNGKID - Keluarga mendiang Murdaya Widyawimarta Poo tengah menimbang usulan dari warga agar proses kremasi dilakukan di Bukit Dagi, kompleks Candi Borobudur.
Usulan tersebut menyusul adanya penolakan dari warga Ngaran II, Borobudur terhadap proses kremasi.
Sebelumnya, proses kremasi bakal dilakukan di lahan pertanian milik istri Murdaya Poo, Siti Hartati Murdaya di Dusun Ngaran II, Borobudur pada 7 Mei 2025.
Kremasi nantinya akan dilangsungkan secara tradisional menggunakan kayu yang dipimpin oleh seorang Lama dari India.
Anak kedua Murdaya Poo, Prajna Murdaya mengutarakan, kremasi tersebut dilakukan untuk menghormati mendiang sang ayah.
"(Rencananya) kami lakukan (kremasi) di lahan sendiri karena acara keluarga, bukan suatu hal yang besar. Cuma jalannya (proses kremasi) mungkin satu atau dua hari," ujarnya, Selasa (22/4/2025).
Namun, kata dia, ada usulan agar proses kremasi dilangsungkan di Bukit Dagi, kompleks Candi Borobudur.
Harapannya, proses kremasi tidak mengganggu lingkungan.
Hanya saja, lokasi tersebut cenderung terbatas dengan tamu undangan yang tidak banyak.
Prajna menyebut, nantinya mendiang sang ayah akan dikremasi dengan cara tradisional sesuai tradisi yang dilakukan oleh agama Buddha.
"Kami minta pengertian dari warga karena proses ini dilakukan untuk menghormati salah satu individu yang membantu (perekonomian) sekitar (Borobudur) sejak lama," pintanya.
Saat ini, keluarga sedang menimbang usulan kremasi jenazah Murdaya Poo di Bukit Dagi.
Termasuk berkomunikasi dan melayangkan izin kepada PT TWC.
Beruntung, PT TWC dengan tangan terbuka bakal mendukung rencana kremasi tersebut.
Saat ditanya perihal kekecewaan keluarga karena lokasi kremasi bakal dipindah, Prajna tidak mempersoalkan hal itu.
Keluarga juga bersyukur jika jenazah Murdaya Poo bisa dikremasi di Borobudur.
"Rencana sekarang (kremasi) mau di Bukit Dagi, lokasinya juga bagus," kata dia.
Dia berharap, upaya kremasi jenazah Mendiang Poo tidak menimbulkan dampak buruk bagi warga Borobudur.
"Kami sedang bahas dengan mereka (TWC). Hal teknis lainnya, harus saya cek dulu. Tapi, untuk sekarang rencananya masih di situ (Bukit Dagi)," imbuhnya. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin