Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Soal Sampah, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq Wanti-Wanti Pemkab Kebumen

Muhammad Hafied • Senin, 21 April 2025 | 02:29 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan arahan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kebumen terkait optimalisasi penanganan sampah di TPA Kaligending, Sabtu (19/4).
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan arahan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kebumen terkait optimalisasi penanganan sampah di TPA Kaligending, Sabtu (19/4).

 

 

 

 

KEBUMEN - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mewanti-wanti pentingnya Pemkab Kebumen serius dalam menangani sampah dari hulu sampai hilir. Hal itu disampaikan saat berkesempatan mengunjungi beberapa titik tempat pengolahan sampah di Kebumen, Sabtu (19/4).

Dalam kunjungan ini Hanif mengingatkan, persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah sendiri mematok target di 2029 persoalan sampah di Indonesia sudah harus tertangani dengan baik. Oleh karena itu, kepala daerah punya tanggungjawab untuk mewujudkan wilayah zero sampah.

"Harus menjadi perhatian bersama. Kalau sampah lepas begitu di masyarakat, maka akan menjadi sumber masalah baru," kata Hanif saat menunjau proses pengolahan sampah di TPA Kaligending.

Hanif menjelaskan, penanganan sampah dapat terbagi menjadi tiga segmen. Penanganan di hulu berkaitan klasifikasi berdasat sumber sampah, seperti rumah tangga dan produsen.

Sisi tengah menyangkut proses pemilahan, pengolahan dan pengangkutan sampah. Sedangkan hilir menjadi tahap akhir penanganan sampah, seperti pembuangan ke TPA atau pengolahan lebih lanjut.

"Saya harap penanganan sampah di Kebumen semakin bagus, baik di hulu, tengah dan hilirnya," jelas dia.

Pada kunjungan ini, Hanif sempat melihat langsung pemanfaatan sampah di TPA Kaligending. Dia  mengapresiasi peran pemkab karena telah berhasil mengkonversi sampah menjadi gas metana serta energi terbarukan berbasis sampah atau refuse derived fuel (RDF).

Secara hitungan, lanjut Hanif, prosesntase pengolahan sampah di Kebumen belum optimal. Rerata dari dua TPA yang ada mampu mengurai sampah 100 ton per hari.

Padahal jika dikalkulasi dari jumlah penduduk, Pemkab Kebumen masih punya kekurangan penanganan tumpukan sampah sebanyak 600 ton sehari. "Harus dikembangkan lagi," ujar Hanif.

 Baca Juga: Tok! Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh Guru Besar UGM Tak Berlanjut Ke Proses Hukum, Ternyata Ini Alasannya...

Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan, kunjungan Menteri LH bisa menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Khususnya dalam bidang pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. "Mengingat kemungkinan penuhnya TPA beberapa tahun mendatang, kami telah mulai menerapkan kebijakan," jelasnya.

Saat ini, lanjut Lilis, pemkab telah membangun kemitraan strategis dengan pihak swasta untuk pengelolaan sampah menjadi RDF.

Di mana dari hasil kerjasama ini menghasilkan produksi sampah dengan kapasitas 1 ton per jam.

"Ditargetkan dari 40 ton sampah menghasilkan sekitar 20 ton RDF," jelasnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#TPA Kaligending #Zero Sampah #kebumen #menteri lingkungan hidup #RDF #Hanif Faisol #pengelolaan sampah