Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berusia 1.119 Tahun, Wali Kota Magelang Melepas Puluhan Balon, Ada yang Berisi Hadiah Rp 500 Ribu

Naila Nihayah • Jumat, 11 April 2025 | 20:57 WIB
SIMBOLIS: Wali Kota Magelang bersama wakilnya dan jajaran forkopimda saat melepaskan puluhan balon usai upacara Hari Jadi ke-1.119 Kota Magelang, Jumat (11/4/2025).
SIMBOLIS: Wali Kota Magelang bersama wakilnya dan jajaran forkopimda saat melepaskan puluhan balon usai upacara Hari Jadi ke-1.119 Kota Magelang, Jumat (11/4/2025).

MAGELANG - Hari ini, Kota Magelang berusia 1.119 tahun. Sebagai ungkapan syukur, wali Kota Magelang bersama wakilnya dan forkopimda melepas puluhan balon. Dari jumlah itu, ada balon yang berisi hadiah dengan total Rp 500 ribu. Bagi masyarakat yang mendapatkannya, bisa menghubungi nomor telepon yang tertera.

Perayaan Hari Jadi ke-1.119 Kota Magelang ini diawali dengan ziarah ke makam para pemimpin terdahulu pada Kamis (10/4/2025). Kemudian, dilanjutkan dengan tasyakuran dan doa bersama di kantor wali kota. Keesokan harinya, barulah diadakan upacara yang dipusatkan di halaman depan kantor wali kota, Jumat (11/4/2025).

Usai upacara peringatan Hari Jadi ke-1.119 Kota Magelang, wali kota bersama wakilnya dan forkopimda melepaskan puluhan balon berwarna merah dan putih. Dia menyebut, hal itu sebagai ungkapan syukur dan kegembiraan. "Itu menjadi simbol bahwa kita siap maju dan mengudara untuk membangun Kota Magelang semakin lebih baik lagi," kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.

Damar mengatakan, hari jadi kali ini mengusung tema Melangkah Bersama Untuk Magelang Sejahtera. Tema tersebut selaras dengan visi dan misi yang diusung. "Bahwa tujuan dari pembangunan untuk menyejahterakan masyarakat di Kota Magelang. Gotong royong bareng-bareng," sambungnya.

Karena itu, Damar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menambah semangat agar membawa Kota Sejuta Bunga ini semakin maju. Menurutnya, ketika unsur pemerintah maupun masyarakat semakin kompak dan saling memahami, roda pemerintahan akan berjalan dengan baik. Termasuk bisa menyelesaikan persoalan yang ada.

Dia menambahkan, dari sudut pandang yang lain, Kota Magelang bukan hanya tua dalam hitungan usia. Melainkan juga memukau dengan lanskap alamnya, kekayaan sejarahnya, serta nilai-nilai luhurnya yang terus hidup di masyarakat hingga hari ini. Bahkan, sejarah mencatat, ketika tanah Mantyasih yang merupakan cikal bakal Kota Magelang kala itu, ditetapkan sebagai tanah perdikan oleh Raja Mataram. 

Hal itu merupakan bentuk penghormatan atas kesetiaan dan kesetiaan dan keteladanan yang telah ditunjukkan oleh masyarakatnya. Itu berarti, sejak awal, kota ini tidak dibangun atas dasar kekuasaan, melainkan tumbuh dari kebaikan dan semangat kebersamaan masyarakatnya. "Seiring berjalannya waktu, Kota Magelang terus berkembang," katanya. 

Bahkan, kata Damar, Kota Magelang menjadi simpul peradaban. Ruang temu yang memainkan berbagai peran strategis. Baik di bidang perdagangan, pendidikan, militer, budaya, hingga pariwisata. "Di usia ke-1.119 ini, kita tidak boleh terpaku pada romantisme masa lalu. Sejarah memang penting untuk dikenang, tetapi masa depan menuntut kita agar terus melangkah," imbuh dia.  

Sebab, dia menyadari, tantangan ke depan tidaklah ringan. Baik perubahan iklim, arus digitalisasi yang masif, ketimpangan sosial, hingga degradasi moral. Untuk itu, dia meminta agar seluruh elemen dapat menyatukan langkah, merapatkan barisan, dan membangun kekuatan kolektif agar bisa menghadapi tantangan tersebut. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Magelang #Ulang Tahun #Hari Jadi