KEBUMEN - Suasana suka cita menyelimuti kedatangan 250 warga perantauan asal Kebumen yang mengikuti program mudik gratis. Mereka tiba di kampung halaman pada Rabu (26/3) malam dengan diangkut menggunakan lima armadu bus.
Rombongan pemudik yang tiba sekitar pukul 21.30 disambut langsung Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah di Pendopo Kabumian. Tampak di pinggir jalan keluarga pemudik rela lama menunggu kedatangan bus mudik gratis.
Baca Juga: Hadapi Libur Lebaran Dinkes Bantul Sudah Siapkan Hadapi Kemungkinan KLB Bila Terjadi
Zaeni mengatakan, program mudik gratis tidak lain untuk memberikan pengalaman pulang kampung bagi warga agar lebih aman dan nyaman. Dengan begitu angka kemacetan akibat tumpukan kendaraan dapat sedikit berkurang. "Syukur alhamdulillah, warga kami tercinta sampai Kebumen dengan selamat," kata Zaeni.
Dia menyatakan, program mudik gratis ini menjadi agenda rutin tahunan. Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bagi perantau yang merindukan kampung halaman. Dari program ini juga diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat untuk mencukupi kebutuhan lebaran. "Semua sudah disiapkan dengan baik, tinggal kita sama-sama menanti Hari Raya Idul Fitri," ucapnya.
Baca Juga: Pengangguran di Sleman Bisa Ikuti Program Padat Karya, Berbayar hingga Rp 95 Ribu per Hari
Peserta mudik gratis Resti Laura mengaku cukup terbantu dengan adanya layanan mudik gratis. Selain hemat biaya, dari program tersebut ia memiliki kesan tersendiri karena dapat berkenalan dengan warga Kebumen yang berada di perantauan. "Jadi kenal satu sama lain. Di perjalanan ngobrol sambil tukar cerita," jelasnya.
Resti mengatakan, selama di perjalanan tidak ada kendala berarti. Arus lalu lintas dari awal perjalanan sampai di Kebumen juga masih lancar. Ia berharap program mudik gratis akan tetap bergulir setiap tahun karena cukup mmbantu masyarakat di perantauan. "Dari TMII Jakarta pagi sekitar jam 09.00 lebih. Asyik sih, macet paling di beberapa titik saja," ungkapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo