KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen melalui badan usaha milik daerah (BUMD) di sektor perbankan berkomitmen memberikan kemudahan kredit modal bagi para pelaku UMKM. Selain kemudahan, layanan subsidi bunga juga bakal diberikan agar pelaku UMKM beranjak naik kelas.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan, subsidi bunga kredit permodalan bagi usaha mikro merupakan salah satu program prioritas 100 hari kerja. Bantuan subsidi ini diharapkan menjadi stimulus guna menjaga keberlangsungan pelaku UMKM.
"Kami ingin pelaku UMKM berkembang, caranya memberikan mereka modal tambahan yang bunganya disubsidi," kata Lilis saat saur bersama pedagang di Pasar Rakyat Pasar Pagi Kebumen Senin (24/3).
Lilis menjelaskan, mekanisme pemberian bantuan subsidi bunga permodalan dari pemerintah cukup mudah. Misalnya, ketika ada pedagang meminjam modal Rp 1 juta dengan jangka waktu 12 bulan. Jika tanpa subsidi, biasanya pedagang harus membayar angsuran sekitar Rp 103.334.
Namun setelah ada subsidi, dari pemerintah angsuran yang dibayarkan senilai Rp. 93.334 per bulan. "Kami berusaha mungkin membuat akses lebih cepat, lebih mudah dan lebih hemat," bebernya.
Lilis mengungkapkan, salah satu kendala terbesar bagi pelaku usaha kecil adalah terkait permodalan. Tidak sedikit pelaku usaha kesulitan mengembangkan usahanya karena terlilit bunga modal yang terlalu tinggi. Di sinilah, kata Lilis, pemerintah perlu hadir untuk mengurai persoalan tersebut.
Sementara itu, Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi menambahkan, bagi pelaku UMKM yang berminat memanfaatkan program tersebut untuk datang langsung ke kantor BUMD. Masyarakat dapat mengakses bantuan subsidi bunga permodalan dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. "Untuk maksimal pinjamnya setiap bank berbeda-berbeda, tapi ini khusus UMKM," ujarnya.
Haryono menyatakan, layanan subsidi bunga dari pemerintah ini guna menghindari agar pelaku usaha tidak terlilit utang dari bank plecit atau pinjaman online alias pinjol. Dia pun mengarahkan pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan program tersebut. "Jadi jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut dan gunakan modal usaha ini secara produktif," ucap Haryono. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita