Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hari Jadi Ke-41 Kota Mungkid, Momentum Gotong Royong Wujudkan Anyar Gress

Naila Nihayah • Sabtu, 22 Maret 2025 | 14:55 WIB
Bupati Magelang Grengseng Pamuji
Bupati Magelang Grengseng Pamuji

 

MUNGKID - Tahun ini, Kota Mungkid berusia 41 tahun. Hari jadi tersebut menjadi momentum untuk memacu semangat dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Magelang. Adapun tema yang diusung, yakni Bergotong Royong Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Magelang yang Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera (Anyar Gress). 

 

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan, perayaan Hari Jadi Kota Mungkid tahun ini dikemas dengan sederhana. Mengingat masih dalam momentum Ramadan dan menjelang Lebaran. "Ada malam tirakatan di sini (pendopo rumah dinas), upacara, dan bazar UMKM di GOR Paku Bumi," bebernya, Jumat (21/3). 

 Baca Juga: Sampai 28 Februari, Retribusi Dinas Pariwisata Sleman Telah Capai Rp 1,7 Miliar, Setara 40 Persen dari Target Tahunan

Dia menekankan pentingnya spirit atau semangat dalam menjalankan pemerintahan. Termasuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Magelang yang Anyar Gress. Di satu sisi, pemkab  juga masih memiliki pekerjaan rumah terkait penentuan hari jadi Kabupaten Magelang. Sebab, yang saat ini diperingati adalah perpindahan pusat pemerintahan dari Kota Magelang ke Kota Mungkid. 

 

Sementara itu, Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto menambahkan, momentum peringatan HUT Kota Mungkid memang digelar secara sederhana. Pertama, ada malam tirakatan yang dikemas layaknya sarasehan dengan mengundang dua narasumber, dari tokoh agama dan guru besar UGM. 

 

Dalam sarasehan tersebut, bakal mengupas soal sejarah Kabupaten Magelang. Sebab, kata Adi, bupati Magelang tengah menyusun wacana untuk mengkaji kembali ibu kota Kabupaten Magelang. 

 Baca Juga: Wakil Menteri Pertanian SudaryonoImbau Petani di Kabupaten Bantul Tak Jual Gabah Kering Panen di Bawah Rp 6.500

Selain malam tirakatan, agenda selanjutnya adalah upacara peringatan HUT Kota Mungkid ke-41 yang bertempat di GOR Paku Bumi, kompleks Gelora Nusantara di Bumirejo, Mertoyudan. "Upacaranya menggunakan pakaian adat. Setelah upacara, di sana ada bazar UMKM sehingga warga bisa mengaksesnya dengan mudah," kata dia. 

 

Adi berharap, tema gotong royong yang diusung menjadi cerminan bahwa program-program pemerintahan tidak hanya dijalankan oleh birokrasi saja. Melainkan perlu semangat kolaborasi dan soliditas yang tinggi di antara seluruh, baik forkompimda, akademisi, dunia usaha, warga, dan lainnya. 

 

Dengan kegotongroyongan ini, dia juga berharap, visi dan misi bupati Magelang dapat terwujud dengan baik. Terlebih, bupati Magelang sudah mulai menjajaki komunikasi dengan warganya yang dikemas dalam kegiatan buka bersama.

 Baca Juga: Pascaaksi Tolak Revisi UU TNI, Eks Gedung Setan Ditutup Kain Putih, Tutup Vandalisme di Bangunan Cagar Budaya

Warga Tegalrejo Ika Fitriana berharap, dengan peringatan HUT Kota Mungkid ini dapat memacu pemkab untuk semakin baik. Termasuk membenahi tata kelola kota yang tidak hanya terpusat di Mungkid saja, tetapi di semua wilayah. "Lalu, fasilitas umumnya dipenuhi, jalan trotoar diperbaiki, dan pelayanan warganya harus sampai ke pelosok," bebernya. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#UGM #anyar gress #gotong royong #Kota Mungkid #GOR #bupati magelang #Hari Jadi #Grengseng Pamuji