Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masjid Dipilih untuk Lokasi Gerakan Pangan Murah Pemkab Kebumen, Disebut Simbol Menuju Kemakmuran

Muhammad Hafied • Rabu, 19 Maret 2025 | 12:05 WIB

 

PASAR MURAH: Sekda Kebumen Edi Rianto memimpin gerakan pangan murah (GPM) dan pengobatan gratis di Masjid Hidayaturrosyidin, Kembangsawit, Ambal Selasa (18/3).
PASAR MURAH: Sekda Kebumen Edi Rianto memimpin gerakan pangan murah (GPM) dan pengobatan gratis di Masjid Hidayaturrosyidin, Kembangsawit, Ambal Selasa (18/3).

KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen memilih masjid sebagai lokasi gerakan pangan murah (GPM) jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Seperti GPM yang berlangsung di Masjid Hidayaturrosyidin, Kembangsawit, Ambal Selasa (18/3).

Sekda Kebumen Edi Rianto menjelaskan, masjid dipilih karena selain tempat masyarakat untuk beribadah, namun juga simbol yang memiliki peran penting menuju kemakmuran. Dalam kegiatan GPM tersebut juga sekaligus digelar pengajian dan pengobatan gratis bagi masyarakat setempat. "Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi umat," ujar Edi.

Edi mengatakan, GPM rutin diadakan pemkab untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Selain itu dari gerakan ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan komoditas pangan serta menekan angka inflasi. "Tadi kami lihat masyarakat sangat antusias. Komoditas pangan yang dijual laris manis," ucapnya.

Dalam kegiatan ini pemkab menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) serta badan usaha milik petani (BUMP). Adapun komoditas bahan pangan yang disediakan sebagian diambil dari hasil petani lokal seperti gula, telur, ayam, dan bawang.

 Baca Juga: Terima Aduan Outlet Miras Buka saat Ramadan di 10 Titik, Satpol PP Sleman Sebut Segera Tindaklanjuti

Sementara itu, Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi mengatakan, GPM akan berlangsung di berbagai kecamatan dengan menyasar desa kategori miskin ekstrem dan rawan pangan. Gerakan ini diharapkan mampu menjadi solusi seiring gejolak kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasaran. "Sebagai bentuk pengendalian harga. Kami bersama lintas sektor bergerak serentak," jelasnya.

Haryono memastikan, harga yang dibanderol di GPM tidak melebihi harga eceran tertinggi. Bahkan terdapat selisih cukup banyak ketimbang harga di pasaran. Seperti beras dijual harga Rp 10,6 ribu, telur Rp 22,5 ribu, dan bawang Rp 17 ribu per kilogram.

Lalu cabai rawit Rp 36 ribu per kilogram dan minyak goreng Rp 14 ribu per liter. "Bahan pokok yang dijual dalam GPM ini jauh dari harga di pasar. Lebih murah dan terjangkau," katanya. (fid/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah #Ambal #BUMP #gpm #Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen #harga eceran tertinggi #Badan Usaha Milik Petani #simbol #gerakan pangan murah (gpm) #Kemakmuran #masjid #masyarakat #badan usaha milik negara (bumn)