KEBUMEN - Harga tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) terus merangkak naik jelang memasuki musim arus mudik Lebaran 2025. Seperti di Terminal Tipe A Kebumen, mayoritas perusahaan otobus (PO) telah menerapkan tarif khusus selama musim libur Lebaran.
Penjual tiket bus Yatini, 46, mengungkapkan, harga tiket yang diterapkan selama musim libur Lebaran naik dua kali lipat. Dari harga normal berkisar Rp 200 ribu, kini menjadi Rp 400 ribu.
Tarif tersebut berlaku untuk bus AKAP tujuan wilayah Jawa dan Sumatera maupun sebaliknya. "Tiket naik tidak langsung drastis. Tapi bertahap mulai 22 Maret," katanya Selasa (18/3).
Dia mengatakan, kenaikan tarif tiket diprediksi akan terus meningkat seiring jelang puncak arus mudik maupun balik Lebaran. Disebutkan, penentuan kenaikan tarif tiket tersebut mutlak menjadi keputusan dan kebijakan masing-masing PO. Hal ini, sudah menjadi kebiasaan alias tradisi setiap musim mudik tiba. "Kemungkinan tiket naik bisa sampai Rp 250 ribuan. Tergantung jenis, rute, dan layanan bus," ungkapnya.
Sejauh ini, lanjut Yatini, jumlah penjualan tiket bus masih terbilang normal. Hanya saja sebagian masyarakat sudah memesan tiket untuk perjalanan pasca-Lebaran ke berbagai daerah tujuan. "Bulan April baru ada 17 pesanan tiket. Di sini kebanyakan layanan untuk balik ke perantauan," ucapnya.
Petugas layanan tiket bus AKAP Nova Dafa, 22, mengungkapkan, hingga memasuki pekan ketiga belum ada tanda-tanda lonjakan penumpang dari arah Jakarta dan sekitar. Dia memperkirakan para pemudik mulai berdatangan sejak H-7 Lebaran.
"Masih normal, tapi tiket sudah mulai naik. Kami ikut kebijakan kantor pusat," ucapnya.
Dafa menayampaikan, berbagai persiapan terus dilakukan masing-masing PO. Termasuk menyediakan bus cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang bakal mudik ke kampung halaman. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita