Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski 24 Bidang Tanah Kepala Desa Karangkajen Tergusur Tol Jogja-Bawen, Hibahkan Empat Hektare untuk Warga

Naila Nihayah • Jumat, 14 Maret 2025 | 00:55 WIB

 

SEMRINGAH: Kepala Desa Karangkajen As
SEMRINGAH: Kepala Desa Karangkajen As
 

 

 

MUNGKID - Sedikitnya ada 24 bidang tanah milik Kepala Desa Karangkajen, Secang, Kabupaten Magelang As'ari yang terdampak proyek pembangunan ruas jalan tol Jogja-Bawen.

Jumlah itu pecah rekor sebagai penerima uang ganti kerugian (UGR) terbanyak dalam proyek tersebut. Bahkan, dia berbesar hati menghibahkan tanahnya seluas empat hektare untuk dibangun pemukiman baru.

Kepala Desa Karangkajen As'ari mengutarakan, dari total 146 kepala keluarga (KK), sebagian besar rumah milik warganya tergusur proyek jalan tol Jogja-Bawen. Sisanya lahan pertanian maupun tempat usaha.

Bahkan, seluruh rumah milik warga di Dusun Diwak turut tergusur. Sehingga mereka harus mencari lokasi baru untuk dihuni. Termasuk dirinya.

Rumah, lahan pertanian, hingga tempat usaha milik As'ari juga terdampak proyek itu. Total ada 24 bidang tanah miliknya yang terpaksa harus dicarikan tempat pengganti.

Saat ini, dia sudah menerima UGR untuk 22 bidang tanah. Sisanya menunggu jadwal pembayaran. Namun, dia enggan menyebut detail UGR yang diterima. Kendati terdampak puluhan bidang tanah, dia masih memiliki tanah seluas empat hektare di dekat Dusun Diwak.

Tanah tersebut, kata dia, akan dihibahkan kepada puluhan warganya. Sebab dia merasa prihatin karena mereka harus mencari tanah lain untuk dibangun rumah.

Terlebih, warga Dusun Diwak mengaku keberatan jika harus tinggal di lingkungan berbeda. Karenanya, saat dia menawarkan tanahnya kepada warga, mereka kompak setuju.

Kendati sudah ikhlas melepas tanahnya, tapi warga bersikukuh untuk tetap membayar tanah yang akan dihuni tersebut. As'ari pun tidak mematok harga dan membayar sesuai kemampuan masing-masing.

"Sehingga rumah-rumah itu bisa terwujud kembali dan punya tempat tinggal. Jadi, kita harus prihatin," lontarnya di Balai Desa Donorejo, Secang, Kamis (13/3).

Dia mengatakan, hingga saat ini sudah ada 51 dari 59 KK di Dusun Diwak yang bakal menempati tanah itu. Saat ini, lanjut dia, tanah seluas empat hektare tersebut tengah dilakukan pembersihan.

Setiap hari, ada tiga alat berat yang bertugas untuk meratakan tanah tersebut selama dua bulan ini. Usai Lebaran, mereka akan berkumpul kembali untuk membicarakan ihwal rencana itu.

As'ari pun sudah mencari tanah pengganti dengan UGR yang diperoleh. Baik di dalam maupun luar Magelang. Hal itu diperlukan agar UGR tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

"Kalau kita melepas tanah, jangan sampai kurang. Kita beli lagi, minimal yang sepadan, atau syukur lebih luas lagi," sambungnya.

Dia berpesan agar UGR yang diterima warga, tidak digunakan untuk membeli keperluan yang tidak mendesak. Menurutnya, prioritas utama warga adalah membelanjakan uang itu untuk membangun rumah atau membeli lahan pertanian.

"Jangan sampai uangnya sudah diterima, belum dapat rumah, tapi sudah habis," ujarnya.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang A Yani menambahkan, kepala Desa Karangkajen menjadi penerima UGR terbesar dalam proyek jalan tol Jogja-Bawen. Namun, UGR itu diberikan secara bertahap sesuai persetujuan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

"Karena rumah, lahan pertanian, hingga rumah usahanya kena semua," ujar dia. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Karangkajen #warga #UGR #Bidang Tanah #kepala desa #tol jogja bawen #pembayaran