Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

RSUD Budi Rahayu Kota Magelang Belum Punya Dokter Spesialis Tetap, Terpaksa Gandeng Dokter Spesialis dari Rumah Sakit Lain

Naila Nihayah • Rabu, 12 Maret 2025 | 23:56 WIB
TINJAUAN: Komisi B DPRD Kota Magelang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD Budi Rahayu, Rabu (12/3/2025).
TINJAUAN: Komisi B DPRD Kota Magelang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD Budi Rahayu, Rabu (12/3/2025).

MAGELANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budi Rahayu Kota Magelang belum memiliki dokter spesialis tetap. Karenanya, RSUD Budi Rahayu terpaksa menggandeng sebelas dokter spesialis berstatus mitra dari rumah sakit lain. Supaya rumah sakit dengan kelas D tersebut tetap bisa melayani pasien yang membutuhkan penanganan khusus.

Direktur RSUD Budi Rahayu Kota Magelang Nofi Ahyani mengutarakan, ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam mengelola rumah sakit. Satu di antaranya soal ketiadaan dokter spesialis tetap atau berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kondisi tersebut praktis berdampak pada terbatasnya anggaran, terutama pengadaan sarana dan prasarana dari Kementerian Kesehatan. 

Sebab, kata dia, jumlah dokter spesialis di suatu rumah sakit menjadi satu syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut. Saat ini, ada sebelas dokter spesialis berstatus mitra yang diperbantukan di RSUD Budi Rahayu. "Kendalanya itu. Semua dokter spesialis kami masih mitra. Tapi, kalau dokter umum, kami semuanya sudah PNS," ujar Nofi saat ditemui, Rabu (12/3/2025).

Dia menyebut, sebelas dokter spesialis berstatus mitra itu rerata menjadi dokter tetap di RSUD Tidar dan rumah sakit swasta lain. Idealnya, kata dia, rumah sakit kelas D harus memiliki minimal tujuh dokter spesialis tetap. Antara lain spesialis penyakit dalam, anak, bedah, kandungan, anestesi, patologi klinik, dan radiologi. 

Nofi menilai, ketiadaan dokter spesialis tetap di RSUD Budi Rahayu ini satu di antaranya dipengaruhi oleh minimnya dokter yang melanjutkan sekolah dokter spesialis. "Kuliah spesialis mahal. Dokternya terbatas. Kalau buka formasi CPNS, nggak ada yang daftar. Sekarang dokter spesialis nggak mau jadi PNS," lontarnya. 

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Magelang Waluyo menuturkan, RSUD Budi Rahayu memang belum memiliki dokter spesialis tetap. Dia berharap, keberadaan RSUD Budi Rahayu bisa memecah antrean pasien di RSUD Tidar. Terlebih, fasilitas yang ditawarkan oleh RSUD Budi Rahayu juga lengkap. "Di sini memang sudah ada dokter spesialis, tapi belum memadai," sebutnya. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#fasilitas lengkap #dokter spesialis #RSUD Budi Rahayu #RSUD Budi Rahayu Magelang