MUNGKID - Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayahnya. Baik urea maupun NPK. Distanpangan pun telah menyiapkan pupuk urea sebanyak 15 ribu ton dan pupuk NPK 12 ribu ton bagi petani hingga akhir 2025.
Kepala Distanpangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan menyampaikan, pada 2024, ketersediaan pupuk bagi petani belum diserap secara optimal. Dia menyebut, ketersediaan pupuk urea sebanyak 18 ribu ton. Hanya saja, realisasi penyaluran pupuk tersebut hingga akhir 2024 hanya 65 persen.
Kemudian, untuk pupuk NPK mendapat 14 ribu ton dan serapannya 77 persen. Ada sejumlah kendala yang dihadapi. Satu di antaranya, sebagian petani yang terdaftar di Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) belum mendapatkan kartu tani.
Lalu, petani yang mendapatkan alokasi pupuk kecil enggan menebus pupuknya. Selain itu, para petani masih bergantung pada pupuk kimia. "Artinya masih banyak pupuk yang belum terserap di tahun 2024," terang Romza, Senin (10/3).
Sementara pada 2025 ini, distanpangan telah menyiapkan pupuk urea sekitar 15 ribu ton dan pupuk NPK sebanyak 12 ribu ton. Dia berharap, seluruh alokasi pupuk tersebut dapat terserap 100 persen. Sehingga petani dapat mengoptimalkan lahan pertaniannya.
Sementara itu, warga Desa Gunungsari, Windusari Teguh mengeluh soal sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Dia berharap, petani bisa mendapatkannya dengan mudah. "Masih sulit (mendapat pupuk). Mungkin sosialisasinya yang belum menyeluruh," paparnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo