Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasora Kedungpuji Hadirkan 80 Stand Kuliner, 15 Tahun Tradisi Pasar Sore Ramadan untuk Pemberdayaan Ekonomi

Muhammad Hafied • Senin, 3 Maret 2025 | 03:42 WIB

 

GELIAT EKONOMI: Warga Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong memanfaatkan waktu sore setiap Ramadan untuk berjualan di Pasar Sore Ramadan (Pasora).
GELIAT EKONOMI: Warga Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong memanfaatkan waktu sore setiap Ramadan untuk berjualan di Pasar Sore Ramadan (Pasora).

KEBUMEN - Pasar Sore Ramadan (Pasora) yang digelar di Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong, telah menjadi tradisi tahunan selama 15 tahun terakhir.

Pasora menawarkan beragam kuliner khas Ramadan, menjadi destinasi favorit masyarakat yang ingin berburu takjil atau makanan berbuka puasa.

Setiap Ramadan, Pasora selalu menjadi daya tarik bagi warga sekitar Gombong. Tidak hanya karena harga yang terjangkau, namun juga menyediakan berbagai pilihan kuliner yang lengkap, mulai dari minuman, camilan, sayuran, lauk, hingga makanan berat.

Dengan lebih dari 80 stand yang menjajakan berbagai hidangan, pasar ini memudahkan masyarakat dalam memilih menu berbuka.

"Pasar sore Ramadan kami mulai tahun 2010. Muatannya untuk pemberdayaan ekonomi warga," kata Ketua Pasora Edisi 15 Bambang Purwanto, Minggu (2/3/2025).

Pasora ini dibuka di sepanjang jalan desa. Tepatnya sekitar 1 kilometer, dari gerbang desa sampai pelataran Masjid Nurul Faalah.

Keberadaan pasar ini juga menjadi bagian pemberdayaan pelaku UMKM setempat.

Bambang menegaskan, Pasora bukan hanya bicara tradisi, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.

Pasar tiban ini akan dibuka setiap sore dan berlangsung hingga berakhirnya bulan Ramadan. "Bakul yang jualan kami prioritaskan warga Kedungpuji. Tapi terbuka juga untuk bakul luar desa," ungkapnya

Sebelum Ramadan tiba, warga Kedungpuji kompak melaksanakan berbagai persiapan meliputi kerja bakti lingkungan, bersih-bersih area masjid dan puncaknya pawai taaruf menyambut bulan suci Ramadan 2025.

Baca Juga: Sambut Meriah nan Elegan New Honda PCX160 Resmi Mengaspal di Yogyakarta

Selain itu, warga juga telah melakukan persiapan sebelum pasar dibuka dengan mendirikan stand atau lapak serta menghias berbagai ornamen di area pasar.

"Tahun ini sudah edisi ke 15. Ada 80 stand yang dibuka, setiap tahun bertambah terus," ungkap Bambang.

Seorang pedagang Ismi Nur Azizah, 25, menyampaikan, selain berdampak ekonomi, pasar takjil di Desa Kedungpuji juga membawa kemudahan. Masyarakat sudah tak bingung lagi berburu menu buka puasa.

Sebab di lokasi pasar terdapat banyak pilihan kuliner sesuai selera dan kebutuhan. "Minuman dan makanan tersedia komplet. Yang malas masak, tinggal datang ke Pasora," jelasnya. (fid/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#menu berbuka puasa #ekonomi desa #Pasar Tiban #pemberdayaan ekonomi lokal #kuliner khas ramadan #pasar sore ramadan #UMKM