KEBUMEN – Pemkab Kebumen tengah merancang pengembangan kawasan Keburejo atau Kebumen dan Purworejo.
Pengembangan dua wilayah ini difokuskan pada konektivitas transportasi dan pembangunan ekonomi.
Merujuk berbagai dokumen rencana pembangunan Provinsi Jawa Tengah, konsep pembangunan kawasan Kaburejo akan terpusat di Kebumen.
Hal ini sesuai RTRW, RPJPD, maupun Rancangan Teknokratik RPJMD Provinsi Jawa Tengah 2025-2029.
Sebagai bagian dari pengembangan kawasan Keburejo, Pemprov Jateng berencana memperluas akses transportasi, salah satunya dengan memperluas area layanan Trans Jateng hingga ke Kebumen.
Saat ini, layanan transportasi massal milik Pemprov Jateng baru tersedia hanya sampai Kutoarjo.
Selain itu, ada rencana penambahan jalur Kereta Api (KA) Prameks hingga Stasiun Gombong.
Pemprov Jateng juga berencana mengembangkan jalur transportasi darat sebagai penghubung antara Kebumen dengan wilayah pengembangan Wonosobo dan Banjarnegara (Wonobanjar).
"Jika terealisasi, diharapkan konektivitas antara Kebumen, Purworejo, Bandara YIA, serta kawasan wisata Borobudur dan Dieng dapat terwujud," kata Kepala Bidang Perekonomian Hermawan Provinsi Jawa Tengah saat konsultasi publik terkait rencana pembangunan jangka menengah daerah (RKPD) Tahun 2026 di Pendopo Kabumian, Jumat (27/2/2025).
Sekda Kebumen Edi Rianto menyampaikan, konsultasi publik ini sangat penting dalam proses penyusunan RKPD.
Baca Juga: Baru Tiba di Rumah, Mobil Malah Raib Dicuri: Simak Kronologinya..
Forum ini memberikan ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memberikan masukan dan saran terkait rencana pembangunan daerah.
“Kami berharap ini menjadi forum yang produktif, terbuka dan mampu menghasilkan masukan konstruktif," ujarnya.
Edi menyatakan, dalam perencanaan RKPD tersebut akan diketahui berbagai program skala prioritas yang akan dijalankan pemerintah.
Dia juga menekankan pentingnya RKPD 2026 sebagai proses awal pelaksanaan visi, misi dan program prioritas kepala daerah yang baru saja dilantik.
Sementara itu, Ketua DPRD Kebumen Saman menegaskan agar proses perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan program dapat selesai tepat waktu.
Saman juga mengingatkan seluruh proses pembangunan harus berbasis data dan akuntabel. Hal ini dianggap penting agar program dapat tepat sasaran dan hasilnya terukur.
"Agar dalam melangkah kita tidak salah aturan, jadi harus berpedoman yang jelas dan akuntabel," ucapnya. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita