PURWOREJO - Perum Bulog Cabang Purworejo terus melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani. Dari target penyerapan 6.342 ton, saat ini telah terserap 253 ton gabah. Target tersebut segera terpenuhi seiring masa panen yang akan berlangsung secara kontinu.
Kepala Gudang Bulog Butuh, Purworejo Erdianto menyampaikan, penyerapan gabah dari petani dilakukan berdasar harga pembelian pemerintah (HPP) terbaru, yakni Rp 6.500 per kilogram. Harga ini juga berlaku secara nasional.
Bulog juga telah bekerja sama dengan tujuh mitra di Purworejo guna mempermudah jangkauan ke tingkat petani. "Kami juga masih tunggu panen, karena ada sebagian wilayah belum siap panen. Tapi ini terus lanjut dan berkesinambungan," bebernya Rabu (26/2).
Erdianto mengatakan, sesuai instruksi Bulog bakal melakukan penyerapan gabah dari petani selama tiga bulan. Mulai Februari hingga April. Dalam mendukung penyerapan, pihaknya juga melakukan jemput bola ke lumbung padi yang tersedia. "Kami ikut mendukung program swasembada pangan. Dari target nasional 3 juta ton," ungkapnya.
Selain gabah, lanjut Erdianto, Bulog Purworejo juga menyerap beras dari petani. Sampai saat ini penyerapan beras telah mencapai 311 ton dari target 13.541 ton. Adapun standar harga yang diterapkan yakni Rp 12 ribu per kilogram.
Erdianto mengatakan, proses penyerapan gabah dan beras akan diprioritaskan dari hasil produksi pertanian lokal. Caranya dengan menyasar titik wilayah yang sudah memulai masa panen. "Pembayaran tidak cash, langsung transfer ke rekening," ucapnya.
Sementara itu, Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Imam Purwoko mengatakan, TNI berperan aktif dalam proses penyerapan gabah dari petani ke Bulog. Bentuk dukungan TNI ini merupakan bagian dari upaya mengawal proses ketahanan pangan nasional. Kehadiran TNI dalam proses penyerapan gabah ini tidak hanya di Purworejo, melainkan serentak secara nasional. "TNI berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan," ujarnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita