MAGELANG - Koper serta barang lain milik kepala daerah sudah berdatangan di lokasi retret, kompleks Borobudur International Golf & Country Club Magelang. Barang-barang tersebut sudah dibagi menjadi beberapa klaster, dari A-E. Nantinya, satu tenda akan dihuni oleh tiga hingga empat kepala daerah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para ajudan dan tim dari masing-masing kepala daerah sibuk menurunkan koper serta barang yang digunakan selama retret. Usai menurunkan barang tersebut, mereka melakukan pendaftaran ulang di tempat yang disediakan.
Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Jarot Susanto mengutarakan, persiapan menjelang pelaksanaan retret terus dilakukan. Karena kepala daerah tengah dilantik di Istana Presiden, sehingga mereka mengutus timnya untuk membawa barang ke lokasi retret.
Dia mengatakan, tim dari masing-masing kepala daerah mulai melakukan loading barang dan dibagi menjadi lima klaster, A hingga E. "Hari ini sudah diatur per kompi. Tadi saya lihat, barangnya (kepala daerah) hanya satu koper besar saja," ujarnya, Kamis (20/2/2025).
Loading barang itu, lanjut dia, hanya dilakukan hari ini. Namun, panitia memberikan kelonggaran waktu loading barang hingga besok ketika ada barang atau keperluan tambahan. "Kalau ada (barang) tambahan, bisa disusulkan besok," imbuh dia.
Nantinya, lanjut Jarot, sebanyak 503 kepala daerah bakal menempati tenda bekas menteri Kabinet Merah Putih di kompleks Borobudur International Golf & Country Club Magelang.
Satu tenda dihuni tiga gubernur.
Untuk wali kota atau bupati, satu tenda dihuni empat orang.
Jarot menyebut, pada Jumat (21/2/2025) kepala daerah dijadwalkan tiba di Wisma Sumbing maksimal pukul 15.00.
Para kepala daerah akan melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, barulah memasuki gerbang utama Akmil.
Mereka bakal disambut oleh drumband Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL).
"Kami dari Kodim 0705/Magelang dan kepolisian melaksanakan pengamanan ring luang, terutama rute jalan. Kalau di dalam, nanti diatur oleh Akmil dan ada pembatasan keluar-masuk lokasi," kata dia. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin