MAGELANG - Pelaksanaan retret di Magelang, 21-28 Februari 2025 membawa multiplier effect terhadap beberapa sektor usaha. Satu di antaranya penginapan maupun indekos. Bahkan tarif sewa yang semula berlaku bulanan, kini menjadi harian. Tentu disesuaikan dengan fasilitas yang ada.
Pemilik indekos di Perumahan Lembah Hijau Mertoyudan, Remmy Saputra bersyukur, empat indekos miliknya sudah penuh dipesan. Masing-masing indekos terdiri dari lima hingga delapan kamar. Dengan jumlah 21 kamar.
Dia juga bakal menyediakan tambahan tempat tidur apabila penyewa meminta. "Sudah full 100 persen. Mulai ditempati besok 19-28 Februari 2025. Yang biasanya satu kamar ada dua bed, penyewa minta ekstra bed," ujarnya saat ditemui Selasa (18/2).
Dia menyebut, penyewa rerata merupakan bagian protokol bupati atau wali kota yang akan mengikuti retret di Akmi Magelang. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan Nias, Sumatera Utara.
Semula, Remmy memang menyediakan indekos dengan sistem bulanan. Tapi karena melihat peluang yang cukup tinggi untuk kegiatan retret, dia mengubahnya menjadi sistem harian. Dia pun mengunggah informasi soal indekos miliknya di media sosial Instagram dan Facebook.
Untuk tarif yang dikenakan, kata dia, memang berbeda dibanding tarif bulanan. Kali ini, Remmy menetapkan tarif Rp 450 ribu hingga Rp 550 ribu per kamar per hari, yang semula diberlakukan untuk tarif bulanan. "Tergantung fasilitasnya," sebutnya.
Bahkan, lanjut Remmy, tarif yang dikenakan itu sudah termasuk paket sarapan. Sehingga dia bekerja sama dengan pemilik katering di sekitarnya untuk menyediakan sarapan bagi para penyewa. Dia juga bekerja sama dengan usaha laundry bagi penyewa yang ingin mencuci bajunya.
Sementara itu, pengelola homestay di Jalan Sultan Agung Egi Saputra menyebut, 15 kamar yang tersedia sudah penuh dipesan oleh instansi dari berbagai daerah. "Booking-nya sejak minggu lalu. Rata-rata untuk tanggal 21-28 Februari 2025," bebernya.
Untuk tarif yang diberlakukan, kata dia, ada penambahan. Dari yang semula di harga Rp 200 ribu-an per hari, kini menjadi Rp 300 ribu-an per hari. "Karena memang biasanya tarif naik saat high season," tambahnya. (aya/laz)
Editor : Heru Pratomo