KEBUMEN - Bendera merah putih sepanjang 1.001 meter diarak mengelilingi jalan perkampungan di Kecamatan Karanggayam pada Sabtu (15/2). Kirab bendera raksasa tersebut diarak menempuh jarak tiga kilometer. Dimulai dari Desa Wonotirto dan berakhir di Lapangan Desa Logandu.
Lebih dari 10 ribu masyarakat berbaur dalam agenda tersebut. Kirab ini diikuti berbagai elemen dari unsur TNI-Polri, pemerintahan, pelajar, mahasiswa serta berbagai organisasi masyarakat. Mereka tampak ikut turun ke jalan mengarak bendera milik Harmoni Nusantara Bangkit tersebut.
Tak hanya bendera sepanjang satu kilometer, dalam kirab tersebut juga terdapat tujuh bendera merah putih dengan lebar tiga meter. Selain itu ada 6.000 bendera merah putih ukuran biasa serta replika raksasa berbentuk Garuda Pancasila. "Tujuan dari kirab ini tidak lain untuk menanamkan cinta tanah air di hati masyarakat," ujar Ketua Harmoni Nusantara Bangkit Endang Nanik Purwati.
Ia menjelaskan, kirab bendera merah putih merupakan agenda safari secara nasional. Adapun Kabupaten Kebumen menjadi daerah ke 20 setelah berlangsung di berbagai daerah. "Tidak ada alasan khusus di Kebumen. Semua mengalir begitu saja," ucapnya.
Nanik berharap, agenda safari ini tidak hanya menumbuhkan misi semangat nasionalisme, tapi juga membawa dampak terhadap geliat ekonomi kerakyatan. Ia yakin dari agenda panjang tersebut akan memiliki nilai tersendiri di hati masyarakat. "Habis ini ke Rembang dan Bengkulu. Puncaknya pada saat Hari Bela Negara di Minahasa," jelasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kebumen Bambang Sutrisno mengaku bangga dengan perhelatan kirab bendera tersebut. Sebagai wakil rakyat asal Karanggayam dia mendukung penuh atas terselenggaranya kirab bendera merah putih.
Menurut Bambang, kirab Merah Putih ini tak hanya menjadi simbol dan bentuk kecintaan terhadap negara, tetapi juga sebagai wadah mempererat persatuan dan kesatuan antar kelompok masyarakat. "Betapa pentingnya nasionalisme. Hari ini saya pikir linier dengan rasa cinta tanah air, bangsa dan negara," jelasnya. (fid/pra)