Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DKPP Purworejo Intensifkan Vaksinasi Ternak: Tiga Sapi Terjangkit PMK, Antisipasi Penyebaran Ditingkatkan

Jihan Aron Vahera • Kamis, 23 Januari 2025 | 21:59 WIB

 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, DKPP Purworejo Sri Widarti.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, DKPP Purworejo Sri Widarti.

PURWOREJO - Penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah masuk di Kabupaten Purworejo, hingga kini ada tiga ekor sapi yang terjangkit penyakit tersebut.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo terus gencarkan vaksinasi untuk mencegah penyebaran.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, DKPP Purworejo Sri Widarti mengungkapkan, tiga ekor sapi yang terjangkit PMK itu ada di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Purworejo.

"Sapi-sapi itu sudah kami tangani dengan baik dan sudah dalam kondisi sembuh," katanya Kamis (23/1/2025).

Widarti menjelaskan, kasus tersebut diketahui karena ada peternak yang melapor ke DKPP Purworejo bahwa sapinya sakit.

Setelah dicek, sapi dengan kepemilikan pribadi itu menunjukkan gejala PMK.

"Oleh petugas kami langsung diobati dan dalam jangka waktu kurang lebih satu minggu sapi itu sudah sembuh," ujarnya.

Sejatinya, sapi tersebut sudah disuntik vaksin, namun belum mencapai tiga kali pada 2022 lalu.

Sehingga, dimungkinkan besar menjadi salah satu faktor sapi tersebut terjangkit PMK lagi.

"Sapi itu sudah divaksin tapi karena hanya satu atau dua kali. Virus penyebab PMK memang tahan di lingkungan, jika ada ternak yang kondisinya menurun bisa terinfeksi jika belum tervaksin minimal tiga kali," jelasnya.

Widarti menambahkan, status Kabupaten Purworejo sudah tertular PMK sejak 2022 lalu.

Baca Juga: Gerry Utama, Alumni UGM, Pecahkan Rekor: Jadi Orang Indonesia dan ASEAN Pertama yang Ikuti Ekspedisi Antartika dalam Program RAE

Sejak itu, penanggulangan PMK di Kabupaten Purworejo terus digalakkan dan membentuk Satgas PMK.

Kemudian, di 2025 ini ada hewan ternak di sejumlah wilayah yang kembali terjangkit PMK tak terkecuali di Kabupaten Purworejo.

Dengan kemunculan PMK kembali di Purworejo, pihaknya tidak tinggal diam. DKPP Purworejo telah melakukan rakor dengan Satgas PMK serta menggencarkan vaksinasi di sejumlah kecamatan sebagai langkah antisipasi.

"Kami di Januari ini sudah mendapat alokasi vaksin dari Dirjend PKH (Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan) sebanyak 1.000 dosis," sebutnya.

Disampaikan, dari 1.000 dosis tersebut hingga Kamis (23/1/2025) sebanyak 404 dosis sudah diaplikasikan di beberapa kecamatan dan desa.

"Akan kami selesaikan sampai akhir Januari nanti (31 Januari 2025)," ungkapnya.

Adapun sejumlah ternak sapi yang telah divaksin antara lain ada di Desa Wunut, Depokrejo, Kumpulsari, dan Pulutan (Kecamatan Ngombol).

Lalu, Desa Nampurejo, Jogoboyo, Geparang, Jogoresan, dan Kentengrejo (Kecamatan Purwodadi), serta Desa Rejosari dan Patutrejo (Kecamatan Grabag).

"Kami fokuskan di wilayah selatan karena di sana yang banyak peternak sapi," lanjut dia.

Selain melakukan vaksinasi, sebenarnya DKPP Purworejo juga secara masif telah mengedukasi masyarakat khususnya peternak tentang penyakit menular hewan strategis.

Pun, memberikan edaran kepada masyarakat agar selalu bersiap siaga dengan penyakit hewan yang mengancam di wilayah Purworejo.

"Kami juga melakukan pengobatan sportif untuk hewan di masyarakat agar penyakit yang menyerang ternak di Purworejo bisa diminimalkan," bebernya.

Dia mengimbau kepada peternak di Kabupaten Purworejo untuk bersama-sama mencegah serta meminimalkan kejadian PMK dan resikonya.

Yakni, dengan melakukan bio security di kandang atau wilayah masing-masing. Seperti, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, jangan memasukkan ternak dari luar daerah, utamanya daerah yang sedang terjangkit wabah PMK.

"Jika ternak sakit harus segera menghubungi petugas kesehatan hewan," pesan Widarti. (han)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Vaksinasi PMK #Kabupaten Purworejo #Penyakit Mulut dan Kuku #PMK #DKPP Purworejo #sapi