PURWOREJO - Sepanjang 2024, Satpol PP dan Damkar Purworejo telah melakukan 75 kali pemadaman kebakaran.
Dari kejadian tersebut, tercatat tidak ada korban jiwa. Hanya, kerugian materi akibat musibah kebakaran selama 2024 dengan total sekitar Rp 3,6 milyar.
Kasi Pemadam, Penyelamatan, dan Investigasi (PPI), Satpol PP dan Damkar Purworejo Agus Pramono mengungkapkan, peristiwa kebakaran itu didominasi oleh kosleting arus listrik dan kelalaian dari pemilik rumah.
"Kadang pemilik rumah lupa mematikan kompor atau tungku api saat meninggalkan rumah," katanya Kamis (23/1/2025).
Dia menyebutkan, selama 2024 tidak ada peristiwa kebakaran yang menyebabkan korban jiwa, hanya beberapa yang mengalami luka-luka.
Dia meminta agar masyarakat lebih waspada dan teliti saat hendak pergi atau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Agus menuturkan, langkah pertama yang dilakukan saat kegiatan pemadaman, pihaknya selalu mengutamakan penyelamatan manusia.
"Jika sudah tidak ada korban jiwa baru kami lakukan pemadaman dan penyelamatan harta bendanya," sambungnya.
Selain kegiatan damkar, selama 2024, pihaknya juga melakukan penyelamatan non kebakaran sebanyak 398 kali.
Penyelamatan tersebut meliputi evakuasi sarang tawon, evakuasi ular, evakuasi cincin, evakuasi pohon tumbang, evakuasi laka air, evakuasi laka lantas, hingga penyelamatan hewan.
"Kegiatan penyelamatan didominasi evakuasi sarang tawon dengan total 134 kali kegiatan, evakuasi ular 93 kali, dan evakuasi cincin 38 kali," ungkap dia.
Selain itu, juga melakukan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat sebanyak 170 kali.
Disampaikan, kegiatan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat itu seperti pelatihan, edukasi dan sosialisasi serta pendataan sarana proteksi kebakaran gedung.
Dia berharap, di 2025 peristiwa kebakaran di Kabupaten Purworejo dapat ditekan dengan adanya antisipasi dan kewaspadaan dari masyarakat.
Sementara, Kasatpol PP dan Damkar Purworejo Budi Wibowo mengimbau, masyarakat agar terus waspada dan tidak melakukan aksi yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Terlebih, saat meninggalkan rumah agar selalu memastikan sumber api sudah dimatikan.
"Hindari penumpukan sambungan listrik yang berpotensi konsleting," tegas dia.
Selain itu, jika di rumah atau lingkungan terdapat hewan liar yang membahayakan keselamatan sebaiknya tidak melakukan evakuasi atau penanganan sendiri apalagi tidak memiliki keahlian.
"Jika mengalami situasi darurat kebakaran atau membutuhkan penyelamatan non kebakaran dapat menghubungi Damkar Purworejo melalui call center 112," tambahnya. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita