Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kios Area Kuliner Kapal Mendoan Kebumen Banyak Kosong, Tak Dipakai Hak Pakai Terancam Dicabut

Muhammad Hafied • Jumat, 10 Januari 2025 | 04:12 WIB
Deretan kios di lantai dua Kapal Mendoan terlihat kosong. Pedagang memilih libur karena omzet tak kunjung stabil pasca relokasi.
Deretan kios di lantai dua Kapal Mendoan terlihat kosong. Pedagang memilih libur karena omzet tak kunjung stabil pasca relokasi.

 

 

 

KEBUMEN - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag UMKM) Kebumen mengancam mencabut hak pakai kios di area kuliner Kapal Mendoan. Tindakan tegas ini akan diambil jika pemilik kios tak ada kejelasan terkait penggunaan kios.

Dinas sendiri menilai pasca-Kapal Mendoan resmi beroperasi, justru masih banyak kios tidak difungsikan. Terutama kios di bagian lantai atas yang terlihat masih banyak yang kosong. Ada batasan waktu.

“Kalau satu bulan tidak ditempati, bisa saja hak pakai kios kami cabut. Bisa dialihkan untuk yang lain," kata Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi, Kamis (9/1).

Dia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah kios yang tersedia di Kapal Mendoan sebanyak 160 kios. Dari setiap kios tersebut sebenarnya sudah tercatat data pemilik hak pakai. Namun sampai sekarang baru sebagian kios yang telah ditempati pedagang.

Haryono belum mengetahui persis faktor pedagang enggan menempati kios baru. Dia menampik kosongnya kios karena kondisi Kapal Mendoan sepi dari pengunjung. Sebab pascatempat tersebut diresmikan banyak masyarakat yang datang, khususnya ketika hari libur.

"Alasan pedagang apa kami tidak paham. Kami akan panggil, misal tidak ada kejelasan akan dicari pengganti," ujarnnya.

Haryono menegaskan tidak ada praktik jual beli kios di Kapal Mendoan. Semua telah melalui mekanisme sesuai data pedagang yang sebelumnya mencari nafkah di area alun-alun. Keberadaan kios di Kapal Mendoan ini juga menjadi upaya Pemkab Kebumen dalam penataan pedagang kaki lima. "Cuma ditarik retribusi. Kios dan peralatan itu gratis," jelas Haryono.

Seorang pedagang Supriyanto mengira banyaknya kios yang kosong di Kapal Mendoan saat ini karena berbagai faktor. Seperti adanya pemberlakuan satu kios untuk pedagang malam dan siang.

Lalu, keterbatasan waktu berjualan juga membuat sebagian pedagang berfikir ulang untuk menempati kios.

"Kalau mau naik ke lantai dua mungkin kebanyakan males ya. Sekarang pedagang banyak yang pilih libur," terangnya.

Persoalan lain adalah omzet pedagang tak kunjung stabil pasca menempati kios baru. Kondisi ini berbanding terbalik ketika mereka belum ada proses relokasi.

"Ya bisa dilihat sekarang orang yang datang sepi. Minimal beli air mineral saja itu cuma dihitung jari," ungkapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #PKL #kios #UMKM #Disperindag #Kapal Mendoan