MAGELANG - Program makan bergizi gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto mulai diluncurkan di 26 provinsi di Indonesia pada Senin (6/1/2025) lalu.
Di Jawa Tengah (Jateng), program tersebut berjalan di 13 dari 35 kabupaten/kota.
Pemprov Jateng pun telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 67,13 miliar untuk mendukung program itu.
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana tidak merinci 13 kabupaten/kota yang sudah menjalankan program tersebut.
Saat ini, kabupaten/kota lain tengah bersiap untuk melaksanakan program MBG.
"Tunggu waktu launching-nya. Karena memang tidak mudah untuk kita mempersiapkan tempat, layanan pemenuhan gizi, atau dapur umumnya," bebernya di Magelang, Kamis (9/1/2025).
Namun, dia memastikan, dalam waktu dekat kabupaten/kota lain akan menyusul pelaksanaan program MBG.
Nana juga telah meninjau pelaksanaan MBG di SMA N 4 Semarang pada Rabu (8/1/2025) untuk mengetahui kelancaran program tersebut.
Dia menyebut, program MBG itu disambut gembira oleh siswa.
Menu yang disajikan, kata dia, sudah cukup baik dan bergizi bagi siswa maupun penerima manfaat lain.
Karena nantinya, program MBG tidak hanya menyasar siswa, tapi juga ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan anak di bawah lima tahun (balita).
"Mereka (siswa) dengan senang hati menerima. Saya rasa ini program yang sangat baik," ujarnya.
Dia menyebut, program ini dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun mitra.
SPPG bertugas menyediakan dan memasok makanan untuk para penerima manfaat program.
Sementara pemerintah, baik provinsi maupun daerah diminta untuk menyiapkan data lokus sasaran.
Adapun anggaran yang digunakan untuk program MBG, lanjut dia, berasal dari pemerintah pusat.
Namun, Pemprov Jateng juga menyiapkan alokasi anggaran dari APBD tahun 2025 sebesar Rp 67,13 miliar untuk mendukung program tersebut.
"Sifatnya dukungan saja untuk mendampingi anggaran MBG yang sudah dialokasikan oleh BGN," jelas Nana. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita