Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jaringan Pipa Terputus Akibat Longsor, Warga Grabag Magelang Andalkan Distribusi Air

Naila Nihayah • Kamis, 2 Januari 2025 | 22:24 WIB

 

Ilustrasi air bersih.
Ilustrasi air bersih.

MUNGKID - Saat ini, ribuan warga Pagergunung, Kecamatan Grabag mengandalkan dropping atau distribusi air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Gemilang Kabupaten Magelang.

Hal itu disebabkan adanya bencana tanah longsor yang membuat jaringan pipa air sepanjang 130 meter berukuran 6 inch di sumber mata air Rucah-Rucah, Nglimut, terputus.

Kasubbag Produksi, Perumda Air Minum Tirta Gemilang Kabupaten Magelang Heru Supriyanto menyebut, bencana itu sebetulnya sudah terjadi beberapa kali.

"Sebelum Natal, ada longsor yang memutus jaringan utama kami dan langsung dilakukan tindak lanjut penyambungan," kata dia di kantornya, Kamis (2/1/2025).

Hanya saja, sambungan itu hanya berumur dua hari. Karena terjadi hujan deras dan kembali longsor.

Kondisi itu justru semakin memperparah pipa sambungan. Bahkan, panjang jaringan pipa yang putus mencapai 130 meter.

Selain cuaca yang menyulitkan perbaikan, lokasi longsor berada di tebing tinggi dan banyak bebatuan.

Saat terjadi hujan deras, tanah tersebut akan terkikis dan terlepas dari celah bebatuan. 

Hal itu mengakibatkan pelayanan sedikit terhambat.

"Sehingga ketika pagi dibenahi, siang hujan dan longsor, sorenya (pipa) putus lagi. Sore dibenahi, malam hujan dan longsor, pagi (pipa) putus lagi," ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Rangers vs Celtic Liga Skotlandia Kamis 2 Desember Kick Off 22.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Heru menyebut, sedikitnya ada 70 persen atau kurang lebih 3.500 pelanggan dari sub unit Grabag yang sambungan rumahnya terganggu.

Sementara pelanggan lainnya masih bisa menikmati aliran airnya karena bersumber dari sistem Telogorejo.

Beberapa hari ini, mereka mengandalkan distribusi air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Gemilang maupun BPBD Kabupaten Magelang.

Sementara itu, Kasubbag Umum dan PDE, Perumda Air Minum Tirta Gemilang Kabupaten Magelang Eko Prasetyo menambahkan, total sudah empat kali jaringan pipa di sumber mata air Rucah-Rucah, Nglimut, terputus.

"Begitu (jaringan pipa) putus, kami segera memperbaikinya. Kami dropping air sejak sambungan pipanya putus pertama kali, sekitar 21 Desember 2024," lontarnya.

Namun, lanjut dia, hujan terus-menerus yang melanda wilayah Kecamatan Grabag membuat lereng di dekat sumber mata air longsor.

Sehingga Perumda Air Minum Tirta Gemilang berupaya untuk memperbaikinya dengan cara lain, yakni jaringan pipanya digantung dan dipasang seling.

Eko mengatakan, kondisi itu sudah menjadi tantangan setiap tahunnya ketika musim hujan tiba.

Mengingat tidak sekali dua kali jaringan pipa yang bersumber dari mata air Rucah-rucah, Nglimut, terputus akibat longsor.

Hanya saja, karena mata air berada di lereng tersebut, dia belum mampu mendapatkan alternatif untuk mengalihkan jalurnya. 

Kepada pelanggan, Eko meminta maaf atas dampak putusnya jaringan pipa.

Timnya juga sudah melakukan perbaikan semaksimal mungkin dengan mengerahkan tenaga dan waktu untuk melakukan perbaikan.

"Kami juga mempertimbangkan kondisi di lapangan dan targetnya selesai sesegera mungkin," ujarnya.

Sementara itu, relawan SAR Grabag Nur Rochman menyebut, dirinya bersama relawan lain sudah tiga hari membantu BPBD melakukan distribusi air bersih. 

"Setiap hari ada dua tangki untuk distribusi air bersih. Sedangkan Perumda Air Minum Tirta Gemilang juga terpantau melakukan dropping," sebutnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kabupaten Magelang #Jaringan Pipa Putus #Distribusi Air #Perumda Air Minum Tirta Gemilang #Longsor