PURWOREJO - Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Purworejo pada Minggu (15/12), tanggul Sungai Lamat, Dusun Krajan, Desa Kemiri Kidul, Kemiri, Purworejo sepanjang lima meter jebol. Tak hanya itu, parapet kurang lebih 25 meter juga ambrol karena tak mampu menahan debit air yang tinggi.
"Kejadiannya sekitar pukul 16.30. Lokasinya di dekat Masjid Baiturrohman," ujar Plt. Kepala Pelaksana Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Dede Yeni Iswantini pada Minggu (15/12).
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, akibat jebolnya tanggul, beberapa rumah warga sempat terdampak luapan air. Berdasarkan laporan dari BPBD Purworejo, sekitar 22 KK atau 53 jiwa terdampak.
Setelah mendapatkan laporan adanya peristiwa itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Purworejo langsung bergerak cepat datang ke lokasi untukmelakukan asesmen dan membantu warga terdampak. Tim membawa peralatan berupa pelampung, helm, senter, hingga sepatu khusus.
"Mereka juga membantu memastikan keselamatan warga dan memantau kondisi hingga situasi dinyatakan aman," ungkapnya.
Yeni menyebut, kondisi saat ini sudah terkendali. Namun, pihaknya akan terus memantau perkembangan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. "Sekitar pukul 19.00, air mulai surut seiring dengan hujan reda. Kondisi jalan raya provinsi yang menghubungkan Kutoarjo-Kemiri juga mulai surut," tambahnya.
Terkait tanggul yang jebol, dia akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar menjadi prioritas utama untuk segera di perbaiki. Menurutnya, itu penting dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Yeni mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Purworejo untuk tetap waspada di musim penghujan ini. Sebab, hujan masih bisa berpotensi dengan intensitas tinggi. "Kami sangat berharap keikutsertaan masyarakat untuk segera melaporkan jika ada situasi darurat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat," pesan dia. (han)
Editor : Heru Pratomo