Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanah Labil dan Hujan Deras, Batu Besar Yang Timpa Rumah di Purworejo Masih Bisa Bergerak, Warga Diminta Waspada

Jihan Aron Vahera • Kamis, 21 November 2024 | 02:29 WIB
lokasi tanah longsor di Dusun Peniron, Desa Plipiran, Bruno, Purworejo
lokasi tanah longsor di Dusun Peniron, Desa Plipiran, Bruno, Purworejo

 


PURWOREJO - Pjs Bupati Purworejo bersama pejabat terkait meninjau lokasi tanah longsor di Dusun Peniron, Desa Plipiran, Bruno, Purworejo pada Rabu (20/11). Pihaknya mengunjungi keluarga korban dan menyerahkan tali asih dan bantuan logistik dari Baznas, PMI, Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) dan Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Purworejo.

Dalam kesempatan itu, Endi mengimbau kepada masyarakat setempat untuk mendekati area longsor. "Hujan di Kabupaten Purworejo masih sangat intens, melihat keadaannya, potensi tanah longsor susulan masih cukup besar. Kami berharap kondisi ini dapat di antisipasi lebih dini," katanya.

Sementara, Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Dede Yeni Iswantini membenarkan jika lokasi longsor masih sangat berbahaya. Lantaran, kontur tanahnya tidak stabil, tebing yang curam, dan batu besar yang menimpa rumah masih dapat bergerak.

Kondisi itu diperkuat dengan kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung dan ESDM yang meninjau puncak dari tanah longsor. Pun, memberikan arahan untuk tidak melakukan aktivitas apapun, termasuk pengerukan tanah apalagi pada saat hujan turun.

"Kami terus berkoodinasi dan mitigasi lebih hati-hati. Karena salah evakuasi, longsoran dapat mengakibatkan batu besar itu bergerak, dengan gerakan yang belum bisa dipastikan ke arah mana," tuturnya.

Saat ini, pihaknya baru bisa mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mendekati lokasi. Terlebih, dalam kondisi hujan deras. "Kami pasang banner (imbauan) di sepanjang lokasi," tambah dia.

Dia mengungkapkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung dalam kajiannya menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi gerak tanah, terutama dari jenis batuan. Yaitu batu pasir, lempung, dan napal dari formasi halang yang mengalami jenuh air setelah diguyur hujan deras dengan durasi panjang.

Sedangkan, gerak tanah tipe rotasional ditunjukkan dengan bidang gelincir berbentuk melengkung mahkota longsoran pada ketinggian 20 meter dari badan jalan dengan lebar 40 meter dan arah pergerakan ke arah tenggara. "Di sekitar mahkota masih dijumpai adanya retakan dan adanya material longsoran di bagian atas yang berpotensi terjadi longsoran jika dipicu kembali oleh hujan," terang dia. (han)

Editor : Heru Pratomo
#musibah #Pjs Bupati #Tanah Longsor #hujan deras #Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi #batu besar #Bruno #Purworejo