Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Optimalkan Pekarangan! Langkah Kota Magelang Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Alih Fungsi Lahan: Bisa Dimulai dari Tingkat Keluarga

Naila Nihayah • Senin, 18 November 2024 | 21:47 WIB

 

KOORDINASI: Kepala dinas ketahanan pangan Provinsi Jateng bersama pjs wali Kota Magelang dan kepala dinas pertanian dan pangan Kota Magelang saat rapat koordinasi ketahanan pangan, Senin (18/11/2024).
KOORDINASI: Kepala dinas ketahanan pangan Provinsi Jateng bersama pjs wali Kota Magelang dan kepala dinas pertanian dan pangan Kota Magelang saat rapat koordinasi ketahanan pangan, Senin (18/11/2024).

MAGELANG - Masyarakat Kota Magelang diminta mengoptimalkan lahan perkarangan yang ada dengan menanami tanaman semusim, hortikultura, dan pangan.

Upaya itu mendesak untuk dilakukan mengingat lahan pertanian di Kota Magelang sangat terbatas.

Terlebih, setiap tahun hampir 5 hektare lahan Kota Magelang mengalami alih fungsi dan pemanfaatannya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Agus Dwi Windarto menyebut, lahan baku sawah di Kota Magelang kini hanya tersisa 148,8 hektare.

Sementara lahan pekarangan masih cukup luas, yaitu sekitar 1.234 hektare.

“Ketahanan pangan bisa dimulai dari tingkat keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan melalui pengelolaan integrasi pertanian terpadu,” ujarnya di IKM Center, Senin (18/11/2024).

 

Dia menilai, peningkatan fungsi lahan pertanian di Kota Magelang penting. Sebab, setiap tahun hampir 5 hektare lahan Kota Magelang mengalami alih fungsi dan pemanfaatannya.

Sehingga potensi yang bisa dilakukan adalah lahan pekarangan yang ada dioptimalisasi dengan pengelolaan integrasi pertanian terpadu.

Saat ini, pemkot tengah gencar melakukan program Kampung Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

Baca Juga: Berikut 5 Destinasi Wisata Yang Bisa Kalian Kunjungi Saat Libur Nataru: Jogja Menjadi Salah Satunya Lho

Dari program itu, masyarakat bisa menjaga ketahanan pangan di keluarganya dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang dimiliki.

Dia menyebut, masyarakat bisa menanam tanaman semusim, hortikultura, dan pangan.

Diharapkan, dengan pemanfaatan lahan yang optimal, masyarakat bisa meningkatkan pendapatan.

"Ini juga merupakan usaha mengurangi beban pengeluaran masyarakat terhadap kebutuhan pangan, misalnya sayuran," katanya.

Selain itu, dengan memanfaatkan lahan pekarangan itu, masyarakat bisa menjamin nilai gizi dan keamanan pangannya secara mandiri.

Hal itu selaras dengan program food estate yang sedang gencar dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program itu nantinya juga dapat membantu pemenuhan pangan bergizi seimbang dan aman bersama Badan Gizi Nasional.

Sementara itu, Pjs Wali Kota Magelang Ahmad Aziz berharap masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam menyiasati kendala keterbatasan lahan di wilayahnya.

"Sawahnya hanya 1148,8 hektare dan luas pekarangan sekitar 1.234 hektare. Itu (sawah) hanya mencukupi untuk 10-15 persen. Maka, yang perlu dilakukan adalah kolaborasi, sinergi, dan kerja sama dengan berbagai pihak," jelasnya.

Menurutnya, kerja sama itu bisa dilakukan dengan kabupaten/kota yang dekat dengan Kota Magelang.

Karena kabupaten/kota tersebut dapat memberikan bantuan dan menyuplai sumber pangan ke wilayahnya.

Tanpa kerja sama itu, Kota Magelang dinilai tidak akan mampu untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Kepala dinas ketahanan pangan Provinsi Jateng Dyah Lukisari menambahkan, meski memiliki keterbatasan lahan, indeks ketahanan pangan (IKP) di Kota Magelang cukup tinggi dengan perolehan nilai 91,41.

Dengan nilai tersebut, Kota Magelang menduduki peringkat ke-12 se-Indonesia dengan IKP tinggi.

Dia tidak menampik, peran kabupaten/kota di sekitarnya turut mendorong perolehan IKP tersebut.

"Kenapa IKP-nya tinggi? Karena Kota Magelang sudah banyak membangun kerja sama dengan daerah sekitar untuk suplai bahan baku pangannya. Lalu, pemkot juga aktif menggelar gerakan pangan murah," ujarnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#B2SA #Program Food Estate #lahan pertanian #Lahan Pekarangan #Kota Magelang #masyarakat #Optimalkan #ketahanan pangan