PURWOREJO - Pekerjaan fisik program percepatan air minum Inpres 2024 di wilayah Kabupaten Purworejo terus berprogres. Progres pengerjaan pemasangan jaringan perpipaan dan sambungan rumah (SR) itu sudah mencapai 33 persen.
"Sudan kami mulai sejak awal September 2024 dan kami targetkan akhir tahun ini selesai," ujar Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari (PDAM) Kabupaten Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, Rabu (30/10). Adapun proses pengerjaan itu meliputi pemasangan pipa jaringan distribusi bagi (JDB), jaringan distribusi layanan (JDL) dan SR.
Dia mengungkapkan, pada program percepatan air minum itu, Perumda Air Minum Tirta Perwitasari mendapatkan bantuan pemerintah sebanyak 5.596 SR. "Dengan total panjang pipa JDB dan JDL kurang lebih 321 kilometer," sebutnya.
Baca Juga: Motor Ikonik Honda ST125 Dax Tampil Makin Unik dan Beda
Dikatakan, jaringan perpipaan itu tersebar 25 desa di lima kecamatan antara lain Kecamatan Butuh, Grabag, Pituruh, Kemiri, dan Kutoarjo. Untuk pengerjaan fisik dilaksanakan oleh PT. Aquatec Rekatama Konstruksi dari Jakarta selaku penyedia jasa.
Kemudian, pengawasan pekerjaan dilakukan oleh supervisi dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Propinsi Jawa Tengah, dibantu oleh Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo dan dinas terkait.
Disampaikan, sesuai arahan dari BPPW Propinsi Jawa Tengah untuk pemasangan sambungan rumah ini pelanggan tidak dipungut biaya. "Calon pelanggan yang dapat dipasang adalah calon pelanggan yang telah masuk dalam daftar tunggu dan telah di-review atau diverifikasi oleh Inspektorat Kabupaten Purworejo," katanya."Kami sangat berharap setelah adanya program tersebut masyarakat di wilayah Butuh dan Grabag untuk mendapatkan akses aman air minum akan segera terwujud.”
Dia meminta kepada masyarakat agar kooperatif dan mendukung proses pengerjaan jaringan tersebut. Utamanya, bagi yang terdampak pekerjaan agar pekerjaan fisik dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Mengingat, pentingnya program yaitu untuk memenuhi akses air bersih kepada masyarakat. Dengan harapan, dapat ikut andil dalan menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan permasalahan stunting di Kabupaten Purworejo. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo