KEBUMEN - Para santri dan alumni Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen beramai-ramai mendatangi Polres Kebumen pada Sabtu (26/10) sore. Mereka meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas terkait pemberitaan yang dinilai telah menghina sosok KH Afifudin Chanif Al Hasani selaku pengasuh pesantren.
Di depan lobi polres, para santri sempat berorasi sembari menyatakan kekesalan terhadap sebuah pemberitaan telah menyudutkan pengasuh pesantren. Kedatangan mereka juga tampak mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Pengurus Pesantren Al Kahfi Ahmad Muhorobin menyatakan, perwakilan santri telah membuat laporan polisi terkait pemberitaan di salah satu media online karena KH Afifudin Chanif Al Hasani (Kyai Afif) disebut ahli doktrin. Narasi tersebut tentu akan membuat persepsi liar serta salah paham di kalangan masyarakat. "Sebagai pengurus dan santri tentu kami tidak terima guru diperlakukan seperti itu," jelasnya.
Baca Juga: Mengenal Dosen Bimbingan dan Konseling UMBY Ruly Ningsih, Konsisten Tanamkan Nilai Kejujuran
Dalam pemberitaan tersebut, sosok narasumber bernama Gus Uni menyatakan Kyai Afif kerap mendeklarasikan diri sebagai hadratus syaikh (maha guru), bahkan keturunan nabi. Gus Uni dalam pernyataan di berita menganggap hal tersebut sebagai framing atau strategi doktrin.
Atas hal ini santri dan alumni menilai tuduhan yang dilontarkan Gus Uni melalui pemberitaan adalah sebuah fitnah. Kendati begitu, sampai sekarang belum diketahui pasti siapa identitas dari Gus Uni sendiri. Di kalangan santri dan pengasuh pesantren Kebumen, sosok Gus Uni juga terdengar masih cukup asing.
"Kami cuma ingin tahu sebenarnya Gus Uni. Orang mana? Jangan-jangan ini fiktif. Seolah dibuat fakta," terangnya.
Santri dan alumni, kata Muhorobin, memastikan akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Dia juga tak ingin masyarakat terprovokasi dengan berita yang berpotensi menganggu kondusifitas wilayah.
Baca Juga: Mengenal Elia Laila Rizqiyah, Berhasil Lulus S2 UGM di Usia 22 Tahun
Baca Juga: Fakta Menarik Hewan Teritip, Hewan Laut yang suka Menempel
"Ini murni menyangkut guru kami dan pondok kami. Jadi tidak ada kaitan soal pilkada atau calon lain. Kami minta polisi segera tangkap pelaku," jelas Muhorobin.
Alumni Pesantren Al Kahfi Imam Nur Hidayat menambahkan, kaluarga besar pesantren merasa dirugikan dengan munculnya berita kontroversial. Sebab dalam pemberitaan tersebut dinilai telah mendiskreditkan marwah pengasuh pesantren.
Dia berharap aparat kepolisian segera menindaklajuti laporan para santri dan alumni sebagai upaya penegakan hukum.
Imam mengatakan, sebelum beranjak ke Polres Kebumen pihak pesantren telah berupaya mencari informasi siapa sosok dibalik pemberitaan yang sekarang menjadi polemik di masyarakat. Selanjutnya para santri dan alumni sepakat untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.
"Jelas kami dirugikan. Yang kami inginkan pihak kepolisian menindaklanjuti laporan. Setidaknya untuk mengungkap siapa yang memberikan pernyataan tersebut," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo