RADAR JOGJA - Dari penyelidikan sementara, kecelakaan yang terjadi di ruas tol Bawen-Ungaran, sopir Isuzu Elf berplat nomor DK 7834 AI, Muhammad Noufal Afsa, diduga kurang konsentrasi saat mendahului.
Sopir berusia 19 tahun asal Umbulharjo, Yogyakarta ini kaget ketika ada mobil lain di depan yang mengerem mendadak. Ia lantas membanting setir ke arah kiri sehingga menabrak pembatas jalan.
"Masih kita selidiki. Berkaitan dengan kecepatan kendaraan di atas batas ketentuan pun masih terus kita lakukan penyelidikan,"ungkapnya Jumat (18/10) seperti dikutip dari Radar Semarang.
Kecelakaan ini mengakibatkan rombongan dari Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz Bantul Yogyakarta empat orang meninggal dan 12 orang terluka. Dilihat dari kondisi minibus, korban tewas berada di sisi sebelah kiri kendaraan yang menghantam pembatas. Mereka mengalami luka berat yang mengakibatkan kematian.
"Korban meninggal berada di sisi sebelah kiri. Sehingga kondisi korban lebih parah. Untuk sopir dalam kondisi selamat," lanjutnya.
Korban tewas adalah tiga santri, Faiz Iftikar Azzuhdi, 16, warga Grobogan; Syahid, 16, warga Sambas, Kalimantan Barat; Arkhan Rei, 16, warga Bekasi; serta pendamping Arifin Ilham, 18, warga Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Lingga mengaku masih terus menyelidiki kecelakaan tunggal tersebut. "Kita masih menyelidiki apakah ada kendaraan lain yang terlibat atau tidak. Begitu juga untuk faktor lainnya," ungkapnya.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran Nana Condro menyatakan menerima rujukan 12 pasien kecelakaan lalu lintas di IGD. Selain itu ada dua orang yang tiba sudah dalam kondisi meninggal.
Baca Juga: Kolaborasi Spektakuler! FSTVLST dan Fanny Soegi Siap Memukau di Milikamu Fest 2024!
Ada tiga pasien rujukan korban kecelakaan tunggal di tol Bawen-Ungaran alami patah tulang. Nana mengatakan, tiga pasien ini mendapatkan penanganan lebih lanjut. "Ketiga pasien dalam kondisi sadar penuh. Perlu ada penanganan lanjutan bedah tulang dan bedah plastik," ungkapnya.
Sementara ada dua pasien dengan luka sedang yang harus dirawat inap. Nana juga mengatakan kedua pasien dalam keadaan sadar. Sedangkan tujuh pasien rujukan lainnya sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan. (ria/ton)
Editor : Heru Pratomo