KEBUMEN - Karut marut di internal DPRD Kebumen rupanya membawa keperihatinan tersendiri bagi anggota dewan. Terutama bagi mereka yang baru menjabat satu periode. Kondisi tersebut dianggap merupakan buntut dari molornya pembentukan fraksi serta alat kelengkapan dewan.
Anggota dewan baru Y Anifudin mengaku kecewa dan merasa malu karena dua bulan pascapelantikan belum bisa bekerja optimal. Realitas di lembaga legislatif yang dihadapi sekarang menurutnya jauh dari harapan.
"Kecewa pasti ya. Isin (malu) juga sama masyarakat di dapil (daerah pemilihan saya. Dua bulan dilantik ternyata tidak ada hasil apa-apa," ucapnya, Selasa (15/10).
Baca Juga: Pakai Nilai Manfaat Dana Abadi Umat, BPKH RI Serahkan Ambulans untuk Klinik Solopeduli
Anifudin mengatakan, dirinya memutuskan tetap berangkat ke kantor dewan kendati sampai sekarang belum terjadwal agenda kerja. Hal ini menurutnya sebagai bentuk rasa tanggungjawab atas amanah jabatan yang sedang diemban.
"Bisa dilihat, kantor sepi. Paling cuma ada orang berapa," ungkapnya.
Anifudin sadar, sebagai orang baru di DPRD Kebumen dirinya masih perlu belajar banyak dari para legislator senior. Oleh karena itu, dia rajin berangkat ke kantor hanya sekadar untuk berinteraksi sambil belajar dengan anggota dewan lain.
"Penting bagi saya awal menjabat buat Ngangsu Kawruh. Tapi faktanya sampai sekarang fraksi sama komisi belum terbentuk," kata Anifudin.
Hal senada juga disampaikan legislator dari PDI Perjuangan, Suyono. Dia tak habis fikir pada periode awal sebagai anggota dewan justru dihadapkan persoalan pelik.
Dia juga tidak pernah membayangkan usai pelantikan pada pertengahan Agustus 2024, DPRD Kebumen justru kini berjalan stagnan.
"Tidak sesuai ekspektasi. Harusnya sudah mikirkan apa yang mau untuk rakyat. Lah kok ini belum bisa kerja," ujarnya.
Suyono berharap, setiap anggota dewan tidak mengedepankan ego sektoral. Khususnya pada penyusunan fraksi dan alat kelengkapan dewan. Menurutnya banyak konsekuensi yang harus ditanggung jika kinerja DPRD terganggu.
"Mungkin cuma di Kebumen. DPR RI dan DPRD Provinsi itu hitungan hari untuk bentuk fraksi, pimpinan definitif dan alkel," jelasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo