Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Agar Tak Kehilangan Jejak, Dindikbud Purworejo Sosialisasikan Naskah Babad Banyuurip

Jihan Aron Vahera • Senin, 30 September 2024 | 06:45 WIB
Alun-Alun Purworejo Sumber : google/Autorin
Alun-Alun Purworejo Sumber : google/Autorin

 

PURWOREJO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purworejo melalui bidang kebudayaan mengajak masyarakat Kabupaten Purworejo untuk ikut melestarikan naskah kuno. Naskah kuno perlu dilestarikan agar tidak hilang seiring majunya zaman.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dindikbud Purworejo Dyah Woro Setyaningsih menyampaikan, di Kabupaten Purworejo terdapat beberapa objek pemajuan kebudayaan (OPK) berupa manuskrip. Seperti, Babad Banyuurip, Babad Loano, Serat Pendirian Masjid Santren Bagelen, Serat Pendirian Masjid Annur Purwodadi, dan Babad Bintoro, dan lain sebagainya.

Woro menjelaskan, sesuai UU No 43 tahun 2007 Pasal 4, manuskrip adalah semua dokumen tertulis yang tidak dicetak atau diperbanyak dengan cara lain, baik berada di dalam maupun luar negeri yang berumur sekurang- kurangnya 50 tahun, dan yang mempunyai arti penting bagi kebudayaan nasional, sejarah, dan ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Hanya Seperempat Lulusan Sarjana Terserap sesuai Kompetensi, Pentingnya Perkuat Kapabilitas agar Lebih Siap Bersaing di Dunia Kerja

Baca Juga: Tim Patroli Gabungan Razia Dua Titik Balap Liar dan Hotel di Kebumen, Ini Hasilnya

"Sebagai upaya penyelamatan dan pelestarian OPK Manuskrip Kabupaten Purworejo, kami telah melakukan kegiatan sosialisasi naskah kuno. Salah satunya Naskah Babad Banyuurip," ujar Woro pada Minggu (29/9).

Sosialisasi juga menghadirkan pengalih aksara dan editor Naskah Babad Banyuurip, guru besar, audiens seperti mahasiswa, komunitas, tokoh sejarawan hingga budayawan di Purworejo.

Menurut Woro, sosialisasi tersebut penting dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat pelestarian naskah. Selain itu, sebagai upaya menjaga warisan leluhur agar tidak kehilangan jejak sejarah bangsa. Selain itu, dapat memperluas kesadaran akan keberadaannya di kalangan masyarakat. Pihaknya, juga akan terus mengajak masyarakat agar turut serta atau berpartisipasi dalam menjaga dan memelihara jejak budaya Kabupaten Purworejo. Sehingga, generasi muda yang akan datang masih bisa menemui naskah-naskah tersebut.

Mengingat, naskah kuno merupakan suatu kekayaan kehidupan Bangsa Indonesia. Sehingga, seluruh lapisan masyarakat memiliki kewajiban dan tanggung jawab bersama dalam menyimpan serta memelihara nilai-nilai naskah kuno. "Yaitu, sebagai bagian dari kebudayaan nasional itu sendiri sesuai kekhasan daerah masing-masing," tandas Woro. (han/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Banyuurip #Dindikbud #naskah kuno #dinas pendidikan dan kebudayaan #babad #Manuskrip #Purworejo