RADAR JOGJA - Bagi sebagian orang, barang antik atau jadul nampak kurang menarik. Alih-alih dirawat, justru hanya dibiarkan begitu saja hingga berkarat dan usang. Namun, bagi para kolektor, barang antik seolah menjadi harta karun yang harus dirawat seperti anak sendiri.
Di era modern seperti ini, praktis cukup sulit untuk mencari barang-barang lawas keluaran era 90-an ke bawah. Namun, bagi siapapun yang mempunyai atau bahkan mengoleksinya, akan menjadi kepuasan tersendiri. Seolah menjadi oase di tengah gurun.
Satu di antaranya adalah warga Muntilan Dimas Indra Febriyanto. Indra menjadi kolektor radio jadul sejak 2015 hingga sekarang. Koleksinya mulai dari 1940-an. Tak heran jika jumlah radionya hampir mencapai 200 buah. Bahkan, radio-radio itu memiliki tempat tersendiri dan memenuhi ruang tamunya.