PURWOREJO - Pelajar di Kabupaten Purworejo asyik memainkan permainan tradisional di Museum Tosan Aji Purworejo.
Kegiatan ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purworejo bertujuan untuk mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dindikbud Purworejo Dyah Woro Setyaningsih menyampaikan, kegiatan mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda tersebut dikemas dalam kegiatan Belajar Kembali Dolanan Nusantara pada Kamis (12/9/2024).
"Itu menjadi salah satu kegiatan dari program kegiatan DAU non fisik museum dan taman budaya. Tujuannya agar anak mau belajar menggunakan alat permainan tradisional," katanya, Jumat (13/9/2024).
Kegiatan tersebut disambut baik oleh para pelajar di Purworejo. Mereka juga sangat antusias dan asyik memainkan permainan seperti gasing, egrang, hingga otok-otok.
"Harapan kami permainan-permainan itu tidak punah di makan oleh zaman," ujarnya.
Menurutnya, di era kemajuan teknologi seperti saat ini, permainan tradisional mulai tergantikan oleh gawai.
Sebagian besar anak-anak juga dimungkinkan tidak mengetahui bahwa ada alat-alat permainan tradisional yang menarik untuk dimainkan.
Dengan kegiatan tersebut, Woro berharap, para pelajar dapat ikut nguri-uri permainan tradisional agar tidak hilang tergerus zaman.
Selain itu, mereka paham dan bisa menularkannya kepada teman-teman yang lain. "Biar tidak lupa dengan sejarah dan cerita masa lalu," jelasnya.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah siswa dari SMPN 9, SMPN 15, SMPN 26, SMPN 33, SMP Diponegoro, dan SMP Mutiara Bangsa.
Kemudian, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 6, SMPN 31, SMP Muhammadiyah, SMP Bruderan, SMP Kristen Widodo, dan SMP Sultan Agung.
Salah satu siswa SMP Mutiara Bangsa Florenzia Quinn Santoso, (14), mengaku senang dan menikmati kegiatan tersebut. Dia menyebut, sudah mengenal sejumlah permainan tradisional seperti otok-otok dan egrang.
"Senang karena bisa nostalgia karena ketemu dengan mainan waktu kecil," ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut dia juga menjadi paham dan tahu akan proses pembuatan permainan tradisional. Menurutnya, alat permainan itu cukup asyik dimainkan. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita