Mereka mengikuti istigasah dan deklarasi Sudaryanto-Agung Tri Jaya (Satria) sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Magelang 2024-2029.
Sejak 2009, Sudaryanto berkecimpung di parlemen dan pernah menjadi anggota DPRD Provinsi DIY periode 2019-2024. Dia juga merupakan kader PKB.
Sementara Agung Tri Jaya merupakan pensiunan ASN di Kabupaten Magelang yang merintis dari bawah.
Jabatan terakhir yang diemban adalah pelaksana tugas (plt) sekretaris daerah Kabupaten Magelang.
Keduanya resmi diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada Pemilu 2024 lalu, PKB menduduki peringkat kedua perolehan suara dan mendapat 13 kursi dari total 50 kursi.
Hal itu praktis membuat PKB dapat mengusung pasangan calon sendiri dalam kontestasi Pilkada 2024.
Namun, pasangan Sudaryanto dan Agung Tri Jaya juga mendapat dukungan dari PKS yang memperoleh enam kursi dewan.
Partai nonparlemen seperti PSI, Partai Garuda, PBB, Partai Perindo, Partai Gelora, dan PKN turut merapatkan barisan untuk mendukung keduanya.
Semangat demi memenangkan pasangan Satria semakin menggema usai menerima surat rekomendasi pencalonan dari DPP PKB.
Keduanya pun memiliki tagline Satu Tujuan Tri Amanah. Yakni amanah agama, amanah bangsa, dan amanah rakyat.
Bakal Calon Bupati Magelang Sudaryanto mengaku siap untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024.
"Ini merupakan momentum bagi warga Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Magelang. Sudah sekian lama kita berharap muncul kepala daerah dari warga Nahdliyin. Dari persiapan, kami boleh dikatakan siap 100 persen," ujarnya.
Semula, nama Sudaryanto terdengar samar dalam bursa pencalonan kepala daerah. Namun, dia ternyata sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah warga di Kabupaten Magelang.
Apalagi selama ini, Sudaryanto memang berkarya di DIY. Tapi, dia akhirnya mengepakkan sayapnya lebih lebar. Terlebih, sang istri merupakan warga Grabag, Magelang.
Menurutnya, Kabupaten Magelang bisa dikatakan sebagai daerah yang strategis. Sehingga perlu sentuhan-sentuhan lebih mendalam yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Seperti sektor pariwisata, pertanian, dan potensi lain di Kabupaten Magelang.
Sudaryanto juga mendambakan sistem pemerintahan yang sinergis antara eksekutif dan legislatif.
"Saya pengalamannya di legislatif. Beliau (Agung) berpengalaman di eksekutif. Jadi, ketika kita berkolaborasi, akan menghasilkan kebijakan yang betul-betul mewakili warga Kabupaten Magelang," urainya.
Rencananya, pasangan tersebut akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Magelang pada Kamis siang (29/8).
"Start dari kantor DPC PKB, mengarah ke kantor KPU. Kami mempersiapkan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Magelang untuk ikut ngombyongi," imbuhnya.
Sementara itu, Bakal Calon Wakil Bupati Magelang Agung Tri Jaya memutuskan untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024 karena ingin beribadah.
"Ngibadah dengan leladi sesami-sami. Pasti ingin membangun Kabupaten Magelang menjadi lebih baik lagi," terangnya.
Ketua DPW PKB Jateng KH Muhammad Yusuf Chudlori mengatakan, pasangan Satria ini lahir atas keinginan para kiai dan warga Nahdliyin untuk turut berkontribusi bagi Kabupaten Magelang.
"Setelah musyawarah, akhirnya muncul pak Sudaryanto dan pak Agung Tri Jaya," lontarnya.
Setelah itu, kata dia, keputusan musyawarah tersebut diserahkan kepada PKB yang memiliki kendaraan untuk mengusung pasangan Satria.
Dia menegaskan, PKB juga bakal mengawal dan memperjuangan pasangan tersebut hingga meraih kemenangan.
Ketua PCNU Kabupaten Magelang Achmad Izzudin menambahkan, warga Nahdliyin menghendaki adanya calon bupati dan wakil bupati dari latar belakang religius dan nasionalis.
"Upaya itu dapat terwujud dengan mengantarkan pak Sudaryanto dan pak Agung Tri Jaya untuk maju mengikuti Pilkada 2024 demi kemaslahatan bersama," katanya. (aya)
Editor : Bahana.